Menhub: Dana Rp4 triliun dari Presiden perkuat keselamatan KA.
, JAKARTA, – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan alokasi biaya Rp4 triliun dari Presiden Prabowo Subianto digunakan untuk memperkuat keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Dana ini bakal dioptimalkan untuk peningkatan akomodasi perlintasan serta pembangunan flyover dan underpass di beragam daerah.
Dudy menyatakan bahwa anggaran sebesar Rp4 triliun tersebut lebih dari cukup untuk mendukung program peningkatan keselamatan perkeretaapian. Berdasarkan kalkulasi Kementerian Perhubungan, kebutuhan anggaran nan diperlukan saat ini diperkirakan sekitar Rp800 miliar unik untuk mengatasi perlintasan sebidang nan bermasalah.
Sisa biaya dari alokasi anggaran tersebut bakal digunakan untuk pembangunan prasarana pendukung keselamatan, termasuk flyover dan underpass di letak prioritas. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi akibat kecelakaan dan meningkatkan keamanan perjalanan kereta api serta pengguna jalan.
Kementerian Perhubungan telah mengidentifikasi 1.638 letak nan memerlukan penguatan akomodasi keselamatan guna mendukung operasional perkeretaapian nan lebih andal. Menhub menjelaskan bahwa sisa dari biaya tersebut bakal diselaraskan dengan pembangunan prasarana di titik-titik nan memerlukan perhatian khusus.
Dalam rapat kerja Komisi V DPR RI, Menhub menyebut komitmen berbareng dengan PT KAI, Danantara, BP BUMN, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah dimulai sejak 5 Mei 2026. Mereka berencana menutup 172 perlintasan sebidang nan berisiko tinggi dan mempercepat peningkatan keselamatan di letak prioritas nasional.
Total investasi nan bakal dialokasikan untuk peningkatan keselamatan pada 1.638 letak perlintasan sebidang prioritas mencapai Rp842,48 miliar, nan mencakup kebutuhan petugas penjaga perlintasan, pembangunan pos jaga, dan akomodasi pendukung mekanikal serta elektrikal.
Saat ini, terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, termasuk 2.771 perlintasan terdaftar dan 903 perlintasan tidak terdaftar. Evaluasi menunjukkan bahwa 172 perlintasan direkomendasikan untuk ditutup lantaran lebar jalan kurang dari 2 meter, sementara 1.638 letak lainnya perlu ditingkatkan keselamatannya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·