Menhan: Suku Dayak Diberi Privilege untuk Syarat Fisik Masuk TNI

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan ada pemberian privilege alias keistimewaan tertentu bagi masyarakat suku Dayak pedalaman nan mau masuk menjadi prajurit TNI.

Pernyataan tersebut disampaikan Sjafrie ketika ditanya mengenai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (29/8) lalu. Pertemuan itu salah satunya membahas soal syarat masyarakat suku Dayak Pedalaman masuk TNI.

"Oh ya, suku Dayak pedalaman dimintakan kesempatan untuk bisa masuk TNI, nan pendek-pendek kasih sedikit privilege lah," kata Sjafrie di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (31/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpisah, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan masyarakat Dayak pada dasarnya sudah diperbolehkan mengikuti rekrutmen TNI.

Termasuk bagi mereka nan mempunyai tato sebagai bagian dari tradisi.

"Ya memang dari dulu juga sudah boleh, memang nggak ada masalah itu, dulu dibuatnya jika punya tato lantaran tradisi ya diizinkan," kata Maruli.

Meski demikian, Maruli mengatakan sejauh ini belum ada masyarakat Dayak dengan karakter seperti bertato nan mendaftar masuk TNI.

"Kan suku Dayak gak semua bertato, jadi sebenarnya gak ada masalah sih, nan berkeinginan kita belum tahu, kelak kita cari lagi lah. Kita pastika, lantaran kita juga senang jika ada semua perwakilan wilayah seluruh Indonesia, apalagi kita sekarang menambah personel, jika bisa lebih banyak, lebih bagus," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menerima Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) lalu.

Berdasar unggahan di akun instagram resmi Sekretariat Kabinet, Prabowo disebut langsung menginstruksikan beberapa perihal mengenai kemauan Panglima Jilah.

Salah satu adalah kemauan penduduk Dayak untuk masuk menjadi Anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan, misalnya penggunaan tato bagi suku adat.

Keesokan harinya, pada Sabtu (29/8), Prabowo memanggil Panglima TNI, para kepala staf angkatan dan sejumlah menteri di kediamannya di Hambalang.

Prabowo dalam pertemuan itu meminta perkembangan soal beberapa hal, salah satu mengenai syarat perekrutan Suku Dayak Pedalaman nan mau jadi prajurit TNI.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta perkembangan mengenai beberapa perihal antara lain, penyesuaian syarat mengenai perekrutan suku Dayak pedalaman nan mau menjadi prajurit TNI, penanganan beberapa musibah antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra," demikian pernyataan dari Seskab RI, dikutip dari akun IG Seskab RI.

(yoa/dal)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional