Menhan AS Pete Hegseth Dikecam Usai Olok-Olok Kader Muda Militer Kanada

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menhan AS Pete Hegseth Dikecam Usai Olok-Olok Kader Muda Militer Kanada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memicu kecaman usai mengolok-olok personil korps kader muda Kanada di media sosial di tengah ketegangan hubungan kedua negara.(AFP)

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menuai kecaman luas di Kanada usai mengunggah konten media sosial nan dinilai mengolok-olok personil program korps kader muda (cadet youth programme) Kanada. Insiden ini makin memperkeruh hubungan kedua negara tetangga nan tengah dilanda ketegangan jual beli dan retorika politik.

Hegseth mengunggah ulang foto dari akun bagian training lokal nan menampilkan seorang kader muda wanita menerima penghargaan dari instruktur. Ia menyertakan emoji bendera Kanada dan tulisan "this is real" (ini nyata), nan dipandang sebagai upaya mendegradasi militer Kanada dengan mengejek penampilan bentuk keduanya. Sejumlah pengamat dan penduduk Kanada menilai unggahan tersebut sebagai corak tindakan body-shaming.

Menteri Pertahanan Kanada David McGuinty menegaskan unggahan Hegseth sangat tidak pantas. Menurutnya, tindakan tersebut berada "di bawah martabat jabatan" seorang menteri pertahanan.

Pihak Pentagon enggan berkomentar banyak dan hanya menyatakan unggahan Hegseth "berbicara untuk dirinya sendiri."

Reaksi keras juga datang dari Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Saat ditanya mengenai ancaman dan hinaan dari pejabat pemerintahan Trump, Carney menegaskan perundingan jual beli hanya bakal dilanjutkan "ketika orang-orang Amerika berakhir membikin meme, berakhir melempar sindiran, berakhir mencoba terlihat tangguh, dan mulai serius untuk melakukan obrolan tersebut."

Program kader nasional Kanada merupakan program pembinaan di bawah pengawasan militer nan memberikan training kepemimpinan dan keahlian bagi remaja berumur 12 hingga 18 tahun.

Army Cadet League of Canada, organisasi sipil nan mendukung program tersebut, mengutuk keras "setiap corak pelecehan daring alias pelecehan terhadap pencapaian para kader." Mereka menambahkan, "Mengarahkan komentar derogatory terhadap pemuda nan secara aktif bekerja untuk memperbaiki diri dan melayani organisasi mereka adalah perihal nan tidak dapat diterima."

Panglima Militer Kanada, Jenderal Jennie Carignan, menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan para kader nan terdampak. "Kami berbincang dengan mereka tentang gimana mereka mau menyikapi perihal ini," ujarnya.

Anggota parlemen dari Partai Konservatif nan juga mantan tentara cadangan, Scott Anderson, melayangkan kritik mendalam kepada Hegseth.

"Anda telah memilih untuk mengesampingkan tanggung jawab dan kepatutan, lampau menghina dua wanita non-kombatan Kanada, serta sengaja mempermalukan mereka di hadapan jutaan orang. Anda semestinya malu," tegas Anderson. Ia menambahkan, "Perekonomian, pertahanan benua, dan kebudayaan kita terikat tak terpisahkan, namun kita adalah dua bangsa nan berbeda. Warga Kanada dan Amerika tidak semestinya mempunyai masalah satu sama lain, tetapi saya punya masalah dengan Anda."

Perselisihan ini terjadi di tengah runtuhnya negosiasi perdagangan antara AS dan Kanada bulan lalu. AS telah menerapkan tarif 50% terhadap peralatan impor Kanada senilai sekitar $20 miliar, nan bakal dibalas dengan langkah serupa oleh Kanada.

Di dalam negeri, Hegseth sendiri sedang menghadapi tekanan menyusul pengunduran diri sejumlah pemimpin senior militer dari Pentagon serta sorotan publik atas penanganan perang Iran oleh AS. (CNN/BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia