Menhaj Sebut Ikan Baubau Berkualitas untuk Konsumsi Jamaah Haji di Arab Saudi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Menhaj: Produk ikan Baubau bisa untuk konsumsi jamaah haji di Arab.

, BAUBAU, – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menilai produk perikanan dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), mempunyai kualitas nan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Penilaian ini disampaikan langsung oleh Menhaj saat meninjau proses pengolahan ikan di PT Buton Indo Tuna, Kota Baubau, Sabtu.

"Secara produk saya kira sangat memungkinkan. nan perlu dibahas sekarang adalah aspek teknis seperti pengiriman, packaging, serta patokan nan bertindak di Arab Saudi. Kita kudu memastikan keahlian kita memenuhi seluruh persyaratan tersebut," kata Mochamad Irfan Yusuf.

Irfan Yusuf menjelaskan bahwa peninjauan langsung terhadap tahapan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses pengemasan, dilakukan untuk menjajaki kesempatan masuknya komoditas lokal ke dalam rantai pasok ekonomi haji. Langkah ini sejalan dengan angan Presiden RI Prabowo Subianto agar penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga bisa menggerakkan perekonomian nasional melalui pemanfaatan produk unggulan daerah.

"Ada satu angan nan kami bawa dari Presiden Prabowo, ialah agar ekosistem haji bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia. Karena itu kami berpikir gimana bahan makanan nan dikonsumsi jemaah haji dapat dipasok dari Indonesia," ujarnya.

Potensi Sultra sebagai Pemasok Utama

Menhaj menambahkan bahwa Sultra mempunyai kelebihan komparatif nan besar di sektor kelautan, sehingga berkesempatan menjadi salah satu wilayah pemasok utama produk laut. Sementara itu, wilayah lain di Indonesia nantinya diarahkan untuk berkontribusi melalui komoditas unggulan masing-masing, seperti hasil pertanian dan produk pangan lainnya.

Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menugaskan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji untuk melakukan pembahasan serta kajian teknis lebih lanjut berbareng para pemangku kepentingan.

"Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan skema kerja sama konkret nan bisa membuka akses pasar internasional baru bagi produk perikanan Sultra, sekaligus memperkuat sistem logistik jemaah haji Indonesia di Tanah Suci," tambahnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑