Industri Ramai-Ramai Pakai CNG, Hemat Biaya Energi

Sedang Trending 19 menit yang lalu

Industri Ramai-Ramai Pakai CNG, Hemat Biaya Energi

Industri Ramai-Ramai Pakai CNG, Hemat Biaya Energi (Foto: Dokumentasi PGN)

JAKARTA - Industri ramai-ramai menggunakan gas bumi berupa Compressed Natural Gas (CNG). Dengan penggunaan CNG ini, bisa menghemat biaya energi.

Industri perhotelan hingga makanan menggunakan CNG. Saat ini PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), anak upaya PGN sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui skema CNG point-to-point bagi pelaku upaya di Yogyakarta. 

Industri Makanan Pakai CNG

Area Head Gagas Jawa Tengah Bagian Utara Miranti Dyah Pramesti, menjelaskan bahwa pendampingan pada tahap awal penggunaan menjadi bagian krusial dalam memastikan pengguna dapat memanfaatkan CNG sesuai kebutuhan operasionalnya.

“Marugame Udon Kaliurang, Yogyakarta merupakan pengguna baru CNG Gagas. Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan pelayanan secara optimal sejak awal penggunaan. Kami mau memastikan pengguna merasa nyaman menggunakan gas bumi dan mendapatkan support nan dibutuhkan dalam aktivitas operasionalnya,” ujar Miranti dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Dukungan kepada pengguna diberikan melalui jasa terintegrasi, mulai dari instalasi dan penyesuaian peralatan, monitoring pasokan, refill, cleaning, hingga maintenance. Gagas juga melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan instalasi dan kesiapan pasokan tetap mendukung kenyamanan dan kebutuhan operasional pelanggan.

“Kami memastikan perawatan dan pengecekan dilakukan secara berkala serta refill dilakukan sebelum persediaan habis. Apabila terdapat hambatan pada instalasi maupun penggunaan CNG, tim Gagas siap melakukan tindak lanjut agar operasional pengguna tetap melangkah dengan baik,” jelas Miranti.

Menurut Miranti, kebutuhan setiap pengguna dapat berbeda sehingga pendampingan sekaligus menjadi bagian dari pertimbangan Gagas dalam meningkatkan kualitas jasa CNG point-to-point.

“Pengalaman dari setiap pengguna menjadi masukan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Hal ini juga menjadi modal bagi Gagas untuk memperluas pemanfaatan CNG point-to-point kepada pelaku upaya lainnya nan memerlukan akses gas bumi di wilayah nan belum terjangkau jaringan pipa,” tutup Miranti.

Penggunaan CNG di outlet tersebut telah melangkah sekitar dua bulan dan saat ini memasuki tahap awal penyesuaian operasional. Supervisor Marugame Udon Kaliurang Yogyakarta, Dedi Sugianto, mengatakan penggunaan CNG merupakan pengalaman baru bagi outletnya. Pemanfaatan gas bumi dilakukan atas rekomendasi instansi pusat sebagai salah satu pengganti daya untuk mendukung kebutuhan operasional nan lebih efisien.

“Pemakaian CNG di outlet kami sudah melangkah sekitar dua bulan dan saat ini tetap dalam tahap penyesuaian. Sejak awal penggunaan, kami mendapat pendampingan dari Gagas sehingga lebih mudah beradaptasi. Api nan dihasilkan juga stabil dan lebih biru,” ujar Dedi.

Saat ini, Marugame Udon Kaliurang menggunakan sekitar 1.000 m³ gas bumi per bulan nan dipasok melalui tujuh CNG cylinder. Selain keandalan pasokan, support teknis dan pemeliharaan menjadi bagian dari jasa nan diterima pelanggan.

Dedi mengatakan pelayanan dari Gagas menjadi salah satu perihal nan membedakan penggunaan CNG dengan daya sebelumnya. "Kalau daya sebelumnya tidak ada servis dan perawatan. Dengan CNG, instalasi dan perawatan didampingi Gagas, jadi kami lebih mudah dalam penggunaannya," ujarnya.

Melalui skema CNG point-to-point, PGN berbareng Gagas menghadirkan akses gas bumi nan lebih elastis bagi pengguna di wilayah nan belum terjangkau jaringan pipa. Solusi ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi sekaligus menyediakan jasa daya nan andal untuk mendukung aktivitas operasional pelanggan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑