Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf.(Dok. Metro Tv)
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji 2026 nan dinilai berjalan dengan baik. Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf berbareng ketua DPR RI dan personil Komisi VIII DPR RI di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6).
Dalam pertemuan itu, Presiden juga menyampaikan sejumlah pengarahan strategis guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang.
Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan sejumlah kemajuan penting. Perbaikan terlihat pada beragam aspek layanan, mulai dari percepatan publikasi visa, pengedaran kartu Nusuk sebelum keberangkatan, hingga peningkatan kualitas akomodasi dan mobilitas jemaah selama berada di Arab Saudi.
"Alhamdulillah, Bapak Presiden memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini. Berbagai perbaikan nan dilakukan bisa menghadirkan jasa nan lebih baik bagi jemaah Indonesia," kata Menhaj.
Menurut Irfan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama beragam pihak. Meski Kementerian Haji dan Umrah baru efektif menjalankan tugas sejak September 2025, beragam persiapan nan sempat tertinggal dapat dikejar melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, termasuk support DPR RI melalui Tim Pengawas Haji.
Salah satu capaian nan mendapat perhatian adalah proses publikasi visa nan sukses diselesaikan lebih sigap dibandingkan musim haji sebelumnya. Selain itu, pembagian kartu Nusuk sejak di Indonesia dinilai bisa meminimalkan beragam hambatan jasa nan kerap dihadapi jemaah saat tiba di Tanah Suci.
Dengan sistem tersebut, kasus jemaah nan terpisah dari rombongan, kesulitan memperoleh akomodasi, maupun halangan dalam mengakses jasa dasar dapat ditekan secara signifikan.
Kementerian Haji juga mulai menerapkan skema perjanjian jasa multiyears dengan sejumlah penyedia jasa di Arab Saudi. Kebijakan ini diharapkan bisa menjaga kesinambungan peningkatan kualitas jasa sekaligus memberikan kepastian bagi mitra dalam melakukan investasi akomodasi bagi jemaah Indonesia.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan kualitas jasa haji pada aspek konsumsi, akomodasi, serta persiapan operasional nan dilakukan lebih awal.
"Presiden memberikan beragam masukan agar jasa haji tahun depan semakin baik, mulai dari kualitas makanan, kesiapan jasa sejak dini, hingga peningkatan kualitas hotel dan akomodasi nan digunakan jemaah Indonesia," ujar Menhaj.
Selain jasa langsung kepada jemaah, Presiden juga memberikan perhatian terhadap pengembangan konsep Kampung Haji sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Menurut Irfan, pendapat tersebut tetap bakal terus dibahas berbareng DPR RI dengan mempertimbangkan sejumlah aspek nan memengaruhi biaya haji, seperti perubahan nilai tukar, kenaikan nilai avtur, kondisi global, serta penyesuaian tarif jasa nan ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
Presiden Prabowo juga menyoroti persoalan masa tunggu keberangkatan haji nan tetap menjadi tantangan di sejumlah daerah. Berdasarkan info Kementerian Haji dan Umrah, beberapa wilayah nan sebelumnya mempunyai antrean sangat panjang sekarang mulai menunjukkan penurunan masa tunggu. Meski demikian, pemerintah diminta terus mencari terobosan agar waktu tunggu dapat dipersingkat lebih jauh.
"Kami terus mencari beragam skema dan solusi agar masa tunggu keberangkatan haji dapat semakin dipercepat. Ini menjadi perhatian serius pemerintah agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah haji dalam waktu nan lebih terjangkau," ucapnya.
Arahan nan disampaikan Presiden tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong transformasi penyelenggaraan ibadah haji nan lebih profesional, berkualitas, terjangkau, serta berorientasi pada kepuasan jemaah Indonesia. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·