Menhaj Ingin Jajaki Peluang Produk Indonesia untuk Katering Jemaah Haji

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Menhaj Ingin Jajaki Peluang Produk Indonesia untuk Katering Jemaah Haji Pekerja menyiapkan makanan bagi jamaah calon haji Indonesia di dapur katering Safwat al-Wisam Grp.Ltd, Makkah, Arab Saudi, Senin (11/5/2026). Dapur katering tersebut memproduksi ribuan porsi makanan setiap harinya dengan mempertahankan cita rasa unik nusan(ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/YU)

MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf berbareng Tim Amirul Hajj mau menjajaki kesempatan pemanfaatan produk pangan asal Indonesia dalam rantai pasok katering haji. Hal itu disampaikan saat Menhaj melakukan peninjauan ke dua dapur katering penyedia konsumsi bagi jemaah haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi. 

Selain mengecek kualitas jasa katering, laki-laki nan berkawan disapa Gus Irfan itu juga menilai kesempatan besar penggunaan bahan pangan asal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji. Menurutnya, sejumlah komoditas nan saat ini dipasok dari negara lain sebenarnya dapat dipenuhi oleh Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, dia menemukan beragam bahan pangan nan identik dengan produk Indonesia, seperti santan, ikan patin, ikan teri, hingga beragam ramuan unik Nusantara.

"Saya memandang ada santan nan kemungkinan besar bahan bakunya berasal dari Indonesia, tetapi dipasarkan melalui negara lain. Begitu juga ikan patin nan saat ini dipasok dari negara tetangga, padahal Indonesia mempunyai potensi produksi nan sangat besar," ujarnya, dikutip Kamis (4/6).

Menhaj mengungkapkan bahwa pemerintah sebelumnya telah mencoba mengirim sejumlah komoditas pangan Indonesia ke Arab Saudi guna mendukung kebutuhan konsumsi jemaah. Beberapa di antaranya adalah beras dan jenis ramuan masakan.

Namun, upaya tersebut belum dapat melangkah optimal lantaran terkendala situasi geopolitik di area Timur Tengah nan berakibat pada pengedaran logistik dan meningkatnya biaya transportasi.

"Kami sudah mulai mencoba mengirim beras dan beragam ramuan dari Indonesia. Namun lantaran situasi area nan belum sepenuhnya kondusif, biaya transportasi menjadi tinggi sehingga tidak semua rencana pengiriman dapat terlaksana," ucapnya.

Ia berambisi kondisi area segera membaik agar pengedaran logistik kembali normal dan produk-produk Indonesia dapat lebih mudah memasuki pasar Arab Saudi, termasuk untuk kebutuhan katering haji.

Menurut Menhaj, kesempatan pelaku upaya Indonesia untuk menjadi pemasok kebutuhan konsumsi jemaah haji tetap sangat terbuka. Produk seperti ikan teri, masam jawa, santan, dan ikan patin dinilai mempunyai potensi besar untuk bersaing di pasar Arab Saudi.

"Peluangnya sangat besar. Produk-produk nan dibutuhkan sebenarnya banyak tersedia di Indonesia. Tinggal gimana kita memenuhi standar dan ketentuan nan bertindak agar produk tersebut bisa masuk ke Arab Saudi," tuturnya.

Ke depan, kata dia, Kementerian Haji dan Umrah berencana mendorong penggunaan bahan baku asal Indonesia melalui beragam corak kerja sama dengan perusahaan katering penyedia konsumsi jemaah. Salah satu opsi nan disiapkan adalah memasukkan penggunaan komoditas tertentu dalam perjanjian jasa katering. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑