Menhaj Blokir Travel Umrah Diduga Terlibat Ponzi, Jemaah Rugi Rp120 M

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Surabaya, CNN Indonesia --

Kementerian Haji dan Umrah resmi memblokir akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) milik PT AAT.

Langkah ini diambil setelah pihak travel diduga menerapkan skema ponzi nan berujung pada penelantaran jemaah di tanah suci dengan taksiran kerugian mencapai Rp120 miliar.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan mengatakan kasus ini terungkap saat sebanyak 200 calon jemaah umrah dari KBIHU Muslimat Jombang, Jawa Timur, kandas diberangkatkan pada 29 Agustus 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika ramai-ramainya penyelenggaraan Muktamar [NU ke-35 di Jombang], ada 200 calon jemaah umrah dari KBIHU Muslimat Jombang nan sudah berkumpul di Masjid Agung Jombang di alun-alun, rupanya tidak diberangkatkan," kata Gus Irfan di Jombang, melalui keterangan, Jumat (18/9).

Selain itu, kata Gus Irfan, puluhan jemaah nan sudah berada di Tanah Suci juga sempat telantar lantaran pihak travel tidak menyediakan tiket kepulangan. Sebanyak 83 orang akhirnya terpaksa menggunakan biaya pribadi untuk kembali ke tanah air.

Usai menerima laporan itu, Gus Irfan pun langsung meminta jajarannya untuk menyelidiki travel tersebut. Dia bahkan mengaku langsung meninjau instansi PT AAT tersebut di Kabupaten Jombang.

"Ini tentu sangat sangat merugikan pada jemaah, dan saya sudah minta jejeran kami termasuk dari Jombang untuk mengusut lebih dalam," ucapnya.

Namun saat didatangi langsung oleh Gus Irfan, instansi PT AAT nan berada di Jombang rupanya tutup. Terlihat hanya ada kertas pengumuman nan tertempel di depan pintu.

Gus Irfan mengatakan, pihaknya terus mendalami kasus ini.

Dari hasil penelusuran sementara, setidaknya ada 4.000 calon jemaah nan terdaftar di PT AAT. Ia menyebut total kerugian jemaah pun ditaksir mencapai Rp120 miliar.

"Penelusuran kami sementara kami, ada nyaris 4.000 calon jemaah umrah nan terdaftar di sini, dan jika kita asumsikan semua rata-rata bayar 30 juta, itu artinya Rp120 miliar nan kudu dipertanggungjawabkan oleh travel ini," ucapnya.

Berdasarkan keterangan sementara, Gus Irfan menyebut pemasok travel umrah dan haji ini diduga melakukan skema ponzi. Atau praktik gali lubang tutup lubang, di mana duit dari pendaftar baru digunakan untuk membiayai keberangkatan jemaah terdahulu.

"[Diduga] skema ponzi ya seperti itu. Artinya jemaah nan sudah berangkat itu, katakanlah kemarin memberangkatkan bulan Juli, Agustus, katakanlah bulan Mei, Juni, itu dia menggunakan duit nan dari jemaah nan mendaftar bulan Juli, Agustus. Kemudian nan bulan Juli menggunakan duit dari nan bulan Agustus ke sini. Berantai. Begitu nyampe pada nan kudu berangkat Agustus, tidak ada lagi nan bisa diambil uangnya," ucapnya.

Untuk mendalami kasus ini, Gus Irfan mengatakan Kemenhaj telah berkoordinasi secara intensif dengan kepolisian dan kejaksaan. Selain itu, pihaknya juga mengupayakan agar biaya jemaah bisa dikembalikan.

"Proses norma tentu kelak jika sudah semuanya clear kita bakal sampaikan ke pihak kepolisian. Sekarang pun kita sudah komunikasi terus dengan pihak kepolisian," ucapnya.

"Kita kudu berupaya keras agar mereka [jemaah] bisa mendapatkan pengembalian itu, tapi itu semua tergantung dari niat baik dari pengelola travel ini," tambahnya.

Menyusul temuan tersebut, sementara ini Kemenhaj mengambil tindakan administratif dengan menutup akses pendaftaran biro perjalanan tersebut untuk mencegah bertambahnya korban.

Pemblokiran akun Siskopatuh PT AAT ini diberlakukan hingga tanggungjawab pemenuhan kewenangan jemaah diselesaikan. Jika terbukti ada unsur pidana nan berkekuatan norma tetap, maka hukuman administratif berupa pemblokiran permanen bakal dijatuhkan kepada pihak travel terkait.

"Hari ini kita sudah Siskopatuhnya kita tutup sehingga mereka tidak bisa mendaftarkan lagi dan tinggal kita tunggu waktu kepastian untuk bisa ditutup, dicabut izinnya," kata dia.

Gus Irfan juga mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan berpendidikan, agar tidak mudah tertipu dengan tawaran biro perjalanan nan menawarkan janji masa tunggu keberangkatan nan sangat sigap alias penawaran nilai nan kelewat murah.

"Hati-hati jangan sampai terperdaya oleh [travel nan menjanjikan] haji nan sigap berangkat, umrah nan murah," kata dia.

Sementara itu, hingga buletin ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari PT AAT terkait dugaan skema ponzi hingga rugikan jemaah total Rp120 miliar.

(frd/kid)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional