Mengenal Varikokel, Faktor Terbesar Gangguan Kesuburan Pria Menurut Ahli RSCM

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mengenal Varikokel, Faktor Terbesar Gangguan Kesuburan Pria Menurut Ahli RSCM Ilustrasi(magnific)

MASALAH infertilitas alias gangguan kesuburan sering kali hanya menitikberatkan pada kondisi kesehatan perempuan. Padahal, aspek laki-laki mempunyai peran nan sama besarnya dalam menentukan keberhasilan pembuahan. Salah satu pemicu utama gangguan kesuburan pada pria adalah varikokel.

Dokter ahli andrologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. Dr. dr. Silvia Werdhy Lestari, Sp.And, M.Biomed, mengungkapkan bahwa varikokel merupakan aspek terbesar pertama pada gangguan kesuburan pria. Varikokel adalah kondisi terjadinya pembengkakan alias pelebaran pembuluh darah vena di dalam skrotum alias kantung zakar.

“Ada gangguan nan mungkin sifatnya post-testicular, biasanya mengenai transportasi (sperma), misalnya ada varikokel di situ. Ini menjadi aspek laki-laki nan paling besar pertama, tapi bukan berfaedah jika ada varikokel maka spermanya otomatis jelek,” ujar Prof. Silvia di Klinik Yasmin RSCM, Jakarta.

Penyebab dan Faktor Risiko

Secara medis, varikokel terjadi akibat kerusakan alias tidak berfungsinya katup satu arah di dalam pembuluh darah vena. Kondisi ini menyebabkan darah mengalir kembali dan menumpuk di area skrotum, sehingga pembuluh darah membengkak dan meningkatkan suhu di sekitar testis.

Selain aspek medis, Prof. Silvia menyoroti bahwa style hidup sehari-hari nan sering tidak disadari dapat memicu alias memperburuk kondisi ini. Kebiasaan nan membikin area kantung zakar menjadi panas sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma.

Kategori Faktor Pemicu Varikokel & Gangguan Sperma
Aktivitas Fisik Kebiasaan mengangkat beban berat secara berlebihan.
Kebiasaan Mandi Sering berendam air panas nan meningkatkan suhu skrotum.
Pakaian Penggunaan celana nan terlalu ketat.
Gaya Hidup Kebiasaan merokok dan pola makan tidak sehat.

Penanganan dan Pentingnya Pemeriksaan Dini

Meskipun varikokel menjadi aspek utama, Prof. Silvia menegaskan bahwa penanganannya kudu dilihat per kasus. Operasi merupakan salah satu opsi terapi jika terdapat keluhan nyeri alias tidak nyaman, namun perihal tersebut tidak berkarakter wajib jika kualitas sperma tetap terjaga.

“Yang lebih kita khawatirkan adalah gimana kualitas spermanya dulu untuk fertilitas. Jika ada varikokel grade 3 namun jumlah sperma tetap banyak dan kualitas DNA-nya bagus, maka tidak masalah. Kita kudu melihatnya secara individual,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas reproduksi, laki-laki disarankan untuk memperbaiki nutrisi dengan mengonsumsi protein nan diolah secara sehat (tidak dibakar alias digoreng), rutin berolahraga, serta mengonsumsi vitamin pendukung sesuai rekomendasi medis.

Pesan Ahli: Pemeriksaan kualitas sperma sangat dianjurkan bagi laki-laki sebelum menikah alias saat merencanakan program bayi tabung. Menangani masalah kesuburan laki-laki berfaedah telah menyelesaikan separuh dari aspek penyebab infertilitas pasangan.

Dengan penemuan awal dan perubahan style hidup, akibat gangguan kesuburan akibat varikokel dapat diminimalisir, sehingga kesempatan keberhasilan kehamilan bagi pasangan suami istri menjadi lebih besar. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia