Mengenal Manfaat Biji Flaxseed Tumbuk untuk Menekan Risiko Kanker Payudara

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Mengenal Manfaat Biji Flaxseed Tumbuk untuk Menekan Risiko Kanker Payudara Ilustrasi(Magnific)

MESKI tidak ada satu jenis makanan tunggal nan bisa mencegah kanker tetek secara mutlak, mengonsumsi makanan bergizi dalam pola makan sehat dapat memengaruhi tingkat risikonya. Salah satu bahan bernutrisi tinggi nan berpotensi mendukung penurunan akibat kanker tetek adalah biji flaxseed tumbuk (ground flaxseed).

Biji-bijian ini kaya bakal nutrisi krusial seperti serat, masam lemak omega-3, dan fitoestrogen nan disebut lignan. Modifikasi pola makan dinilai memberikan kontribusi besar dalam pengelolaan akibat kanker.

"Pada 2023, diperkirakan 28,3% dari beban kanker tetek dunia dikaitkan dengan aspek akibat nan dapat diubah, dengan akibat pola makan sebagai penyumbang utamanya," ujar dr. Lisa Reale.

Making penyesuaian kecil, seperti menambahkan biji flaxseed tumbuk ke dalam menu harian, dapat membantu memperbaiki pola makan guna mendukung penurunan akibat kanker.

Para master ahli onkologi membeberkan sejumlah argumen ilmiah kenapa biji flaxseed tumbuk menjadi pilihan tepat untuk mendukung kesehatan tubuh:

1. Sumber Asam Lemak Omega-3 Berbasis Tumbuhan

Biji flaxseed tumbuk mengandung masam alfa-linolenat (alpha-linolenic acid alias ALA), ialah jenis masam lemak omega-3 berbasis tumbuhan nan menjadi bagian krusial dari pola makan antiinflamasi.

Asupan harian ALA nan disarankan berkisar antara 1,1 hingga 1,6 gram per hari. Takaran 15 gram biji flaxseed tumbuk (sekitar 1,5 hingga 2 sendok makan) sudah bisa menyuplai nyaris 3 gram ALA. Sejumlah studi menunjukkan bahwa asupan masam lemak omega-3 nan lebih tinggi berangkaian dengan penurunan akibat kanker payudara.

2. Mengandung Senyawa Lignan untuk Keseimbangan Hormon

Biji flaxseed merupakan sumber potensial lignan, ialah senyawa tanaman nan berfaedah sebagai antioksidan sekaligus fitoestrogen di dalam tubuh. Fitoestrogen mempunyai struktur nan mirip dengan estrogen dan memberikan pengaruh serupa estrogen dalam skala lemah.

Secara pra-klinis, kuman usus mengubah lignan menjadi senyawa aktif seperti enterolakton dan enterodiol nan memengaruhi sinyal estrogen. Tingkat enterolakton nan lebih tinggi dalam sirkulasi darah dikaitkan dengan tingkat kelangsungan hidup nan lebih baik pada pasien kanker tetek pascamenopause. Peneliti dr. Deena Graham menjelaskan bahwa meski lignan berpotensi mendukung keseimbangan hormon secara keseluruhan, penelitian lebih lanjut pada manusia tetap diperlukan untuk memahami akibat spesifiknya terhadap akibat kanker.

3. Tinggi Kandungan Serat

Dalam porsi 15 gram, biji flaxseed tumbuk menyediakan sekitar 3,5 gram serat.

"Asupan serat nan lebih tinggi telah dikaitkan dengan penurunan akibat kanker payudara," kata dr. Lisa Reale.

Serat tak larut dari flaxseed bekerja mengikat kelebihan estrogen dan masam empedu di saluran pencernaan, lampau membuangnya keluar dari tubuh melalui buang air besar untuk mencegah penyerapan kembali. Selain itu, serat larutnya membantu menyerap air, memperlambat pencernaan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menjaga rasa kenyang lebih lama nan mendukung pengelolaan berat badan.

Tips Mengonsumsi Biji Flaxseed Tumbuk

Untuk memaksimalkan faedah biji flaxseed, para mahir memberikan beberapa saran penyajian:

  • Pilih Bentuk Tumbuk: Bentuk tumbuk lebih dianjurkan daripada biji utuh lantaran proses penumbukan memudahkan tubuh untuk menyerap nutrisi seperti ALA, lignan, dan serat.
  • Simpan di Lemari Es: Simpan flaxseed tumbuk di dalam wadah rapat udara di dalam lemari es alias freezer lantaran bahan ini mudah tengik pada suhu ruang.
  • Campurkan ke Menu Sarapan: Biji flaxseed mempunyai rasa gurih seperti kacang (nutty) nan cocok dicampurkan ke dalam oatmeal, yogurt, sereal, alias dihaluskan berbareng smoothie.
  • Jadikan Baluran Makanan: Campurkan flaxseed tumbuk berbareng tepung roti untuk membalur protein seperti ayam, ikan, alias tahu sebelum dipanggang.

Risiko kanker tetek mencakup kombinasi aspek genetik, usia, dan style hidup. Konsultasikan dengan tenaga medis untuk menentukan intervensi pola makan nan paling tepat sesuai kondisi kesehatan pribadi. (Eating Well/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑