Pernahkah kalian merasa nyeri pada punggung bagian bawah? sering kali kita menganggap remeh rasa nyeri pada punggung terutama bagi para remaja. Meskipun jarang sekali nan merasakan nyeri ini pada usia remaja, perihal ini dapat menjadi indikasi bahwa aktivitas bentuk dan pola hidup sehat semakin menurun. Jika rasa nyeri tidak segera ditangani, maka dapat menjadi penyakit kronis alias berkelanjutan.
menurut Farid F. dkk (2023) Low Back Pain merupakan salah satu gangguan tulang nan disebabkan dari aktivitas tubuh nan kurang baik serta kondisi ketidaknyamanan nan ditandai dengan nyeri berkepanjangan dengan jangka waktu nan panjang dan disertai adanya keterbatasan aktivitas akibat nyeri nan dirasakan ketika melakukan pergerakan alias mobilisasi sehingga menurunkan produktivitas pada usia remaja.
Penyebab terjadinya Low Back Pain (LBP)
Kesalahan posisi duduk sering kali menjadi penyebab utama masalah LBP. Saat bermain gadget alias laptop, sering kali kita tidak menyadari bahwa posisi duduk kita condong membungkuk nan mengakibatkan otot menjadi tegang. Dengan demikian, posisi duduk kita nan kurang tepat dengan lama nan lama, maka dapat menyebabkan masalah nan serius.
Menurut Wahyudi A. Dkk (2023) duduk dalam waktu lama berakibat negatif pada kesehatan pembuluh darah, akibat lebih lanjutnya kemungkinan ada peningkatan akibat ketidaknyamanan tulang sehingga menyebabkan penurunan kegunaan tulang.
Selain itu, kurangnya aktivitas dan meningkatnya konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak, dapat menimbulkan indikasi obesitas nan secara tidak langsung berasosiasi dengan masalah LBP. Menurut Herryanto D. (2026) peningkatan berat badan menyebabkan beban berlebih pada tulang belakang, nan mengubah lengkung tulang belakang serta meningkatkan tekanan pada alas tulang belakang dan struktur penunjang lainnya. Selain itu, obesitas nan ditandai dengan peningkatan lingkar perut dapat menggeser pusat gravitasi tubuh ke depan, sehingga mengakibatkan tekanan pada tulang belakang.
Cara Mencegah Terjadinya LBP
Dari pembahasan di atas, tidak menutup kemungkinan perihal itu dapat dicegah dengan melakukan suatu aktivitas bentuk secara teratur dan konsisten. Maka sangat dianjurkan khususnya para remaja untuk mengurangi penggunaan gadget dan lebih sering lagi melakukan aktivitas olahraga ringan. Seperti nan dikatakan oleh Saputra H. dkk (2025) pada remaja dianjurkan melakukan olahraga ringan, seperti latihan peregangan, penguatan otot, serta langkah duduk nan benar.
Ditambah lagi pernyataan dari World Health Organization (2023) mengungkapkan bahwa ada beberapa langkah untuk mengurangi indikasi dan membantu mencegah LBP, ialah mengoptimalkan kesejahteraan mental, menjaga berat badan, tidak merokok, dan tidur nan cukup.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·