Indonesia-Maroko Perkuat Diplomasi Budaya Lewat Pertunjukan Seni Musik

Sedang Trending 3 jam yang lalu

, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Maroko memperkuat diplomasi budaya melalui sebuah pagelaran seni musik bertema “Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia” di Jakarta, Selasa (28/7) malam. Acara ini menjadi simbol persahabatan panjang kedua negara nan terus berkembang melalui kekuatan budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa pagelaran tersebut mencerminkan hubungan erat nan telah terjalin lama antara Indonesia dan Maroko. “Pertemuan seperti ini mengingatkan kita bahwa seni adalah bahasa universal nan berbincang langsung kepada hati manusia dan bisa menyatukan masyarakat lintas pemisah negara maupun budaya,” ujar Fadli.

Fadli menjelaskan, hubungan historis kedua bangsa dapat ditelusuri sejak abad ke-14. Saat itu, penjelajah asal Maroko, Ibnu Batutah, mengunjungi Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. Catatan perjalanannya turut memperkenalkan Nusantara kepada bumi Islam dan masyarakat internasional melalui beragam tulisan sejarah.

70 Tahun Hubungan Diplomatik

Hubungan diplomatik Indonesia dan Maroko nan telah berjalan selama 70 tahun terus berkembang melalui kerja sama di beragam bidang, termasuk forum internasional. Kedua negara secara konsisten menjunjung tinggi nilai moderasi, toleransi, perbincangan antarbudaya, serta penghormatan terhadap keberagaman budaya.

“Hal ini mengingatkan kita bahwa hubungan Indonesia dan Maroko tidak hanya dibangun melalui diplomasi antarnegara, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat nan telah berjalan lama, pertukaran pengetahuan pengetahuan, nilai-nilai spiritual bersama, serta tradisi budaya nan diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Fadli Zon menambahkan.

Kolaborasi Seni sebagai Jembatan Peradaban

Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Promosi Kebudayaan menyelenggarakan aktivitas Seni Maroko-Indonesia dengan tema “Menjembatani Peradaban Maroko-Indonesia”. Acara ini menghadirkan pagelaran seni musik dari Muara Performing Arts dan Melodies of Andalus sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya kedua negara.

Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Republik Indonesia, Redouane Houssaini, menegaskan bahwa aktivitas seni tersebut merupakan upaya untuk mempererat kerja sama budaya. “Kami mempunyai hubungan nan sangat baik, nilai-nilai nan sama, serta saling percaya dan saling menghormati antara Maroko dan Indonesia berkah visi nan Mulia Raja Mohammed VI dan visi Presiden Prabowo. Kami bekerja sama untuk memperkuat diplomasi budaya, diplomasi ekonomi, serta nan paling penting, hubungan antarmasyarakat,” ujar Houssaini.

Fadli Zon menambahkan bahwa budaya menjadi jembatan nan mempererat hubungan kedua negara. Kolaborasi pagelaran seni musik ini diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Maroko pada masa mendatang.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional