Mengenal Gejala Dermatitis Atopik: Kulit Merah dan Gatal Bukan Iritasi Biasa

Sedang Trending 2 hari yang lalu
 Kulit Merah dan Gatal Bukan Iritasi Biasa Kulit merah dan gatal bisa jadi tanda dermatitis atopik.(Dok. Magnific)

KULIT nan tiba-tiba memerah dan terasa gatal sering kali dianggap sebagai iritasi ringan, padahal kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal dermatitis atopik alias radang kulit kronis. Berdasarkan info National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), kondisi ini tidak menular dan dapat dialami oleh siapa saja, meski umumnya mulai muncul sejak masa kanak-kanak.

Tahapan Gejala Radang Kulit

Gejala dermatitis atopik tidak selalu muncul secara terus-menerus, melainkan sering datang dalam corak kekambuhan alias flare. NIAMS menyebut bahwa saat kambuh, kulit penderita bisa memerah, menjadi sangat kering, menebal, hingga mengalami gatal nan hebat.

Jika area nan gatal digaruk, kulit berisiko pecah dan mengeluarkan cairan cerah nan kemudian membentuk kerak alias sisik. Dalam beberapa kasus, iritasi dan kemerahan juga dapat muncul di area sensitif seperti sekitar mata.

Peran Alergi, Imunitas, dan Lingkungan

Hingga saat ini, penyebab pasti dermatitis atopik belum diketahui secara pasti. Namun, NIAMS menjelaskan adanya kombinasi aspek genetik, sistem imun, dan pengaruh lingkungan. Pada penderita, lapisan pelindung kulit mengalami perubahan nan membuatnya mudah kehilangan kelembapan dan rentan terhadap peradangan.

Sistem imun nan terlalu aktif juga memperburuk kondisi dengan memicu peradangan pada kulit. Gabungan antara rusaknya pelindung kulit dan respons imun nan berlebihan ini membikin kulit menjadi sangat sensitif terhadap iritasi.

Faktor Pemicu Kekambuhan

Mayo Clinic menambahkan bahwa pemicu kekambuhan dapat bervariasi pada setiap individu. Beberapa aspek umum nan sering memicu flare meliputi:

  • Stres dan kondisi kulit kering.
  • Cuaca panas, keringat, alias udara dingin nan ekstrem.
  • Paparan unsur iritatif seperti sabun, pembersih, pewangi, dan asap rokok.
  • Alergen lingkungan seperti debu, bulu hewan, jamur, dan serbuk sari.
  • Jenis makanan tertentu, terutama pada bayi dan anak-anak.

Penderita disarankan segera berkonsultasi dengan master jika keluhan berjalan lama, mengganggu kualitas tidur, alias menunjukkan tanda jangkitan seperti nyeri, bengkak, dan keluarnya cairan. Menjaga kelembapan kulit serta mengenali pemicu spesifik merupakan langkah utama dalam mengendalikan indikasi dermatitis atopik. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia