Mengenal Diabetes Tipe 5: Gejala, Penyebab, dan Risiko pada Tubuh Kurus

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Gejala, Penyebab, dan Risiko pada Tubuh Kurus Ilustrasi(Magnific.com)

Selama ini, masyarakat umum lebih mengenal Diabetes Tipe 1 nan berkarakter genetik alias Diabetes Tipe 2 nan sering dikaitkan dengan style hidup dan obesitas. Namun, para mahir kesehatan sekarang mulai menyoroti kejadian medis nan dikenal sebagai Diabetes Tipe 5 alias Malnutrition-Modulated Diabetes Mellitus (MMDM).

Berbeda dengan jenis lainnya, Diabetes Tipe 5 mempunyai karakter unik lantaran justru sering menyerang perseorangan dengan indeks massa tubuh (IMT) rendah alias bertubuh kurus. Fenomena ini dilaporkan lebih banyak ditemukan di negara-negara berkembang, termasuk di area Asia dan Afrika.

Apa Itu Diabetes Tipe 5?

Diabetes Tipe 5 merupakan kondisi gangguan kadar gula darah nan secara spesifik dikaitkan dengan riwayat kekurangan gizi (malnutrisi) pada masa awal kehidupan, baik saat di dalam kandungan maupun pada masa kanak-kanak. Kondisi ini menyebabkan pankreas tidak bisa berkembang secara optimal, sehingga kegunaan sekresi insulin terganggu secara permanen.

Meskipun penderitanya tidak mempunyai kelebihan lemak tubuh, sel-sel dalam tubuh mereka tetap mengalami kesulitan dalam memproses glukosa. Hal inilah nan membedakannya secara signifikan dari Diabetes Tipe 2 nan biasanya dipicu oleh resistensi insulin akibat penumpukan lemak.

Karakteristik dan Gejala Utama

Berdasarkan pengamatan klinis, terdapat beberapa karakter unik nan membedakan Diabetes Tipe 5 dari jenis glukosuria lainnya:

  • Tubuh Kurus: Penderita umumnya mempunyai postur tubuh nan sangat ramping dan susah untuk meningkatkan berat badan.
  • Usia Muda: Sering kali terdiagnosis pada usia remaja alias dewasa muda.
  • Resistensi terhadap Ketosis: Berbeda dengan Tipe 1, penderita Tipe 5 jarang mengalami ketoasidosis meskipun kadar gula darahnya sangat tinggi.
  • Kebutuhan Insulin Tinggi: Meski bertubuh kecil, penderita sering kali memerlukan dosis insulin nan relatif besar untuk mengontrol gula darah.

Catatan Redaksi: Data mengenai pengelompokkan Diabetes Tipe 5 saat ini tetap terus divalidasi oleh para peneliti medis dunia untuk dimasukkan ke dalam standar pengelompokkan WHO secara lebih spesifik.

Mengapa Kerap Terjadi di Negara Berkembang?

Prevalensi Diabetes Tipe 5 nan tinggi di negara berkembang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan dan kualitas nutrisi. Kemiskinan nan menyebabkan asupan protein dan mikronutrien rendah pada ibu mengandung dan balita menjadi aspek akibat utama.

Ketika seorang anak nan mengalami malnutrisi kronis tumbuh dewasa dan mulai terpapar pada pola makan tinggi karbohidrat (meskipun jumlah kalorinya tidak berlebih), pankreas nan sudah "lemah" sejak awal tidak bisa mengimbangi beban kerja tersebut. Akibatnya, kadar gula darah melonjak drastis.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Hingga saat ini, penanganan Diabetes Tipe 5 difokuskan pada manajemen diet nan tepat dan terapi insulin sesuai rekomendasi dokter. Karena penyebab utamanya adalah aspek nutrisi masa lalu, langkah pencegahan terbaik adalah memastikan kecukupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan pemeriksaan gula darah meskipun mempunyai berat badan ideal alias kurus. Deteksi awal tetap menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi jangka panjang seperti kerusakan saraf, gangguan ginjal, dan penyakit jantung.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia