Mengenal Cyber Security dan AI Lewat Tantangan dan Simulasi Interaktif

Sedang Trending 53 menit yang lalu
BINUS University School menghadirkan event CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026. Foto: Dok. Istimewa

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) nan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari melangkah beriringan dengan meningkatnya tantangan di bumi digital, termasuk ancaman terhadap keamanan info dan sistem.

Kondisi ini membikin pemahaman tentang teknologi tidak cukup hanya sebatas keahlian menggunakannya. Masyarakat juga perlu mengenali langkah kerja, manfaat, serta beragam akibat nan muncul dari perkembangan AI dan teknologi digital.

Pemahaman tersebut dapat dibangun melalui pengalaman langsung, salah satunya lewat beragam tantangan dan simulasi nan memungkinkan peserta memandang gimana teknologi bekerja dalam situasi nan lebih nyata.

Pendekatan ini dihadirkan BINUS University School dalam CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026, aktivitas nan mempertemukan topik Cyber Security dan Artificial Intelligence melalui showcase, interactive challenges, workshop, dan diskusi.

Mengusung tema “Ecosystem Protocol – An Ecosystem that Thinks, Builds, and Grows Together”, CIPHER 2026 dirancang sebagai ruang bagi masyarakat, mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga technology enthusiasts untuk belajar, mencoba, berbagi pengetahuan, dan membangun koneksi.

“Melalui CIPHER, kami mau menunjukkan bahwa computer science bukan hanya tentang gimana menciptakan teknologi, tetapi juga gimana memahami teknologi tersebut secara kritis dan menggunakannya untuk memberikan solusi. Cybersecurity dan AI merupakan dua bagian nan berkembang sangat sigap dan mempunyai akibat luas terhadap masyarakat maupun industri," ujar Prof. Derwin Suhartono selaku Professor bagian Artificial Intelligence dan Dean of School of Computer Science BINUS University.

Karena itu, mahasiswa perlu mempunyai kesempatan untuk belajar melalui pengalaman nan nyata, eksperimental, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” imbuhnya.

Salah satu daya tarik utama CIPHER 2026 adalah Hive Cyber Security dan Hive Artificial Intelligence, nan memberikan pengalaman langsung kepada visitor untuk memahami beragam aspek keamanan siber maupun kepintaran buatan melalui challenge dan workshop dalam lingkungan simulasi nan telah disiapkan.

Hive ini terbagi ke dalam tiga area, ialah Red Team Hive, Blue Team Hive, dan Physical Security Hive nan merepresentasikan beragam perspektif dalam bumi Cyber Security.

BINUS University School menghadirkan event CIPHER (Cybersecurity and Intelligent Systems for Protection, Hacking, Engineering, and Research) 2026. Foto: Dok. Istimewa

Pada Physical Security Hive, visitor dapat mempelajari aspek keamanan bentuk melalui tantangan seperti lock picking dan simulasi RFID cloning, sementara peserta dengan keahlian lebih lanjut dapat mengikuti simulasi identifikasi kerentanan pada perangkat CCTV/IP Camera dalam lingkungan nan terkontrol.

Sementara itu, Red Team Hive membujuk peserta memahami perspektif offensive security melalui sejumlah tantangan simulasi, termasuk web application security, mobile application security, dan application analysis. Peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan tantangan, tetapi juga memahami gimana suatu kerentanan dapat ditemukan dan dianalisis.

Bagi visitor nan tertarik dengan sisi defensive security, Blue Team Hive menghadirkan pengalaman melalui info recovery, digital forensic investigation, log analysis, serta malware analysis. Aktivitas ini memperkenalkan gimana seorang cybersecurity professional mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, menganalisis bukti digital, hingga memahami perilaku malware.

Seluruh challenge dirancang dalam lingkungan simulasi khusus, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman praktis sekaligus memahami prinsip keamanan siber secara bertanggung jawab.

Selain Cyber Security, CIPHER 2026 menghadirkan Hive Artificial Intelligence nan membawa visitor lebih dekat dengan beragam penerapan AI melalui tiga area utama: Natural Language Processing (NLP), Computer Vision, dan Artificial Intelligence of Things (AIoT).

Pada area NLP “The Talking Machine”, visitor dapat memandang beragam demonstrasi teknologi seperti chatbot, sentiment analysis, machine translation, text summarization, hingga Question Answering System. Pengunjung juga dapat berinteraksi melalui aktivitas seperti Turing Test Challenge, Guess the Prompt, dan Prompt Engineering Arena untuk memandang gimana manusia berinteraksi dan bekerja-sama dengan AI.

Pengalaman nan lebih visual datang melalui Computer Vision –“The Seeing Machine”. Di area ini, visitor dapat menyaksikan gimana AI bisa mengenali wajah, objek, gestur, hingga pose secara real-time.

Berbagai aktivitas interaktif seperti AI Photobooth, Deepfake Riddles, Games Versus AI, Human vs AI Drawing Challenge, dan Draw with AI dirancang agar visitor dapat merasakan langsung gimana AI bekerja di kembali teknologi nan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, AIoT–“Meet Your Robot Overlord” memperlihatkan gimana kepintaran buatan dapat terhubung dengan perangkat fisik. Pengunjung dapat memandang beragam prototipe smart home, smart farming, hingga wearable technology, serta mengikuti workshop untuk memahami dasar pengembangan prototipe AIoT dan edge AI.

“Cybersecurity dan AI adalah bagian nan memerlukan rasa mau tahu, keahlian berpikir kritis, sekaligus keberanian untuk mencoba. Melalui CIPHER, kami mau menciptakan ruang bagi peserta untuk tidak hanya mendengar tentang cybersecurity dan AI, tetapi betul-betul mengalami gimana langkah berpikir dan bekerja di kembali teknologi tersebut," jelas Ayu Maulina selaku Cyber Security Lecturer dan Chairwoman of CIPHER Fest.

"Harapannya, pengalaman ini dapat membuka perspektif baru sekaligus mendorong generasi muda untuk memandang computer science sebagai bagian nan dapat mereka eksplorasi dan kembangkan,” ungkap dia.

Ilustrasi peretas nonaktifkan fitur keamanan. Foto: Shutter Stock

Semangat membangun ekosistem juga datang melalui Main Stage, nan menjadi ruang bagi para praktisi, peneliti, akademisi, dan tokoh di bagian Cyber Security dan AI untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan teknologi serta masa depan industri digital.

Dua pembicara nan datang dalam Talkshow Session CIPHER 2026 adalah Aurelius Ivan Wijaya, Lead AI Engineer at Invenio Potential, serta Satria Ady Paradana, Senior Security Engineer at Flip. Kehadiran kedua praktisi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan insight langsung mengenai gimana AI dan cybersecurity diterapkan dalam lingkungan profesional.

Kehadiran beragam perspektif tersebut diharapkan dapat memperluas obrolan mengenai gimana Cyber Security dan AI berkembang tidak hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari sisi industri, riset, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat.

Selain menghadirkan sesi edukatif, CIPHER 2026 juga menyediakan Sticker Swap and Wall, sebuah ruang organisasi nan memungkinkan visitor berganti stiker dan meninggalkan jejak produktivitas mereka. Aktivitas sederhana ini menjadi representasi dari filosofi CIPHER sebagai sebuah ekosistem: setiap perseorangan datang dengan kontribusi, perspektif, dan identitasnya masing-masing, lampau menjadi bagian dari sesuatu nan lebih besar.

Melalui CIPHER 2026, BINUS UNIVERSITY tidak hanya mau memperkenalkan perkembangan Cyber Security dan AI, tetapi juga mendorong generasi muda untuk memandang teknologi sebagai bagian nan dapat mereka eksplorasi dan kontribusikan.

BINUS University juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem teknologi Indonesia, khususnya dalam bagian Cyber Security dan Artificial Intelligence mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari generasi nan think, build, and grow together.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan