Mengapa Trump Menunda Penghancuran Peradaban Iran dalam Semalam?

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Opini , Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |15:17 WIB

Mengapa Trump Menunda Penghancuran Peradaban Iran dalam Semalam?

Direktur Center for the Study of Muslim Politics and World Society (COMPOSE)., Ridwan al-Makassary. (Foto: Dok. Pribadi)

Penulis: Ridwan al-Makassary, Dosen Departemen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Direktur Center for the Study of Muslim Politics and World Society (COMPOSE).

DUA jam sebelum tenggat waktu “penghancuran peradaban Iran dalam semalam” seperti dijanjikan Trump berhujung pada Selasa pagi, 7 April 2026, Amerika Serikat dan Iran telah mencapai gencatan senjata dua minggu guna memulai pembicaraan damai. Ini betul-betul berita ceria bagi bumi nan sudah harap-harap cemas. Keputusan Trump didasarkan pada percakapannya dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, sebagai mediator, untuk menunda penggunaan kekuatan destruktif ke Iran, dengan syarat bahwa Republik Islam Iran membuka Selat Hormuz secara penuh.

Lebih jauh, Trump menyatakan: “Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan meyakini bahwa itu merupakan dasar nan dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan sebelumnya telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu bakal memungkinkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan disahkan.”

Amerika Serikat akhirnya tidak jadi menghancurkan peradaban Iran, ketika gencatan senjata dua minggu membuka ruang bagi helaan napas, dan juga ketika negosiasi tenteram mulai menemukan jalan untuk mencapai perdamaian. Ini adalah momen ketika sejarah memaksa para pelakunya mengakui keterbatasan mereka sendiri. Iran merayakan ini sebagai kemenangan. Di lain pihak, Amerika juga merasa tidak kalah, lantaran mereka mempunyai keahlian menghancurkan Iran dengan nuklirnya, tetapi berani memilih untuk bernegosiasi. Meskipun skeptisisme tetap ada di kubu Iran, sejatinya kemanusiaanlah nan menang.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com