Mengapa Gas SO2 dari Gunung Berapi Berbahaya? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 37 menit yang lalu
Mengapa Gas SO2 dari Gunung Berapi Berbahaya? Ini Penjelasannya Mengenal ancaman gas Sulfur Dioksida (SO2) saat erupsi gunung berapi.(Dok. Antara)

GAS Sulfur Dioksida (SO₂) menjadi salah satu ancaman utama di kembali kepulan asap erupsi gunung berapi nan perlu diwaspadai masyarakat. Selain sebagai parameter aktivitas magma, emisi gas ini membawa akibat serius bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah terdampak.

SO₂ terbentuk secara alami di dalam magma dan mulai terlepas ke permukaan saat tekanan berkurang ketika magma bergerak naik. Gas dengan aroma menyengat ini sering digunakan oleh para mahir sebagai parameter pemantauan gunung berapi; peningkatan emisinya menandakan posisi magma nan semakin dekat dengan permukaan kawah.

Dampak Kesehatan dan Kelompok Rentan

Paparan SO₂ secara langsung dapat mengiritasi saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Gejala umum nan muncul meliputi batuk, mengi, sesak napas, hingga nyeri dada. Kondisi ini bakal memburuk jika seseorang melakukan aktivitas bentuk berat di luar ruangan.

Kelompok nan paling berisiko meliputi penderita asma, bronkitis kronis, dan emfisema. Selain itu, anak-anak dengan paru-paru nan tetap berkembang serta orang lanjut usia dengan riwayat penyakit kardiovaskular wajib mendapatkan perlindungan ekstra saat kadar SO₂ meningkat.

Ancaman Lingkungan: Hujan Asam dan Vog

Tidak hanya manusia, ekosistem juga terancam oleh pelepasan SO₂. Gas ini dapat memicu pengasaman tanah dan air permukaan melalui kejadian hujan asam. Dampaknya merusak pertumbuhan rimba serta menakut-nakuti kelangsungan hidup organisme perairan seperti ikan.

Di atmosfer, SO₂ dapat bereaksi dengan kelembapan dan sinar mentari membentuk kabut vulkanik alias vog (volcanic smog). Kabut masam ini dapat terbawa angin hingga jarak jauh, menurunkan kualitas udara di wilayah nan jauh dari pusat erupsi.

Langkah Mitigasi Paparan

Untuk mengurangi akibat kesehatan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas bentuk di luar ruangan saat kadar SO₂ terdeteksi tinggi. Memantau info kualitas udara secara berkala dan mengikuti peringatan awal dari otoritas mengenai menjadi langkah krusial untuk meminimalisir akibat jelek gas vulkanik ini. (United States Geological Survey/California Air Resources Board/National Park Service/Ministry for the Environment/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia