Surabaya, CNN Indonesia --
Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di area Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, dilaporkan berangsur mereda. Titik-titik api nan sebelumnya membara di jalur pendakian mulai berkurang signifikan.
Meski demikian, upaya pemadaman belum sepenuhnya dihentikan lantaran tetap ada titik api nan memperkuat di lokasi-lokasi susah dijangkau, salah satunya di Gunung Papak nan berada di area pegunungan Ijen.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pantauan udara tetap menunjukkan adanya sejumlah titik api, khususnya di lokasi-lokasi terjal nan susah dijangkau tim di darat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pantauan dari udara memang tetap ada titik-titik api, terutama di letak nan susah dijangkau. Beberapa titik tersebut tetap menimbulkan asap dan terindikasi ada kerawanan bakal adanya api," kata Ipuk, Rabu (9/9).
Karena itu, upaya pemadaman melalui udara alias water bombing tetap terus dilakukan. Ipuk menjelaskan, rata-rata dilakukan 30 kali penyiraman water bombing setiap harinya.
Dalam sekali penyiraman, kata dia, helikopter membawa 1000 liter air nan diambil dari embung milik PT Medco di area Kawah Ijen.
"Helikopter tetap melakukan water bombing di titik-titik nan tadi terindikasi ada asap dan kemungkinan bisa menyebabkan api baru lagi. Selain water bombing, juga dilakukan mopping up untuk menyisir titik api," tambah Ipuk.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 5 Banyuwangi, Noviyani Utami, menambahkan selain water bombing dari udara, tim di darat juga melakukan mopping up alias penyisiran, terutama di sepanjang jalur pendakian.
Tim dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) turut diperbantukan dalam proses tersebut.
"Kami juga dibantu oleh BKO dari Balai Dalkarhut Jabalnusra untuk proses moping up memastikan bara api tidak hidup lagi. Sekaligus mapping luasan kebakaran dan pembersihan jalur pendakian," kata Novi.
Hingga kini, tim campuran berbareng para relawan tetap terus memantau secara aktif titik panas alias hotspot nan tersisa di area tersebut.
"Kami juga dibantu para relawan untuk melakukan pembersihan di jalur pendakian, agar Kawah Ijen bisa segera dibuka kembali," ujarnya.
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Kawah Ijen terpantau terjadi sejak Rabu (2/9), dengan total luasan terdampak berasas pemutakhiran info terakhir BPBD Jatim mencapai sekitar 20 hektare.
(frd/fra)
41 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·