
Ilustrasi. (Foto: Dani Jumadil Akhir/Okezone)
JAKARTA - Bagi jutaan umat Islam nan menunaikan ibadah haji dan umrah di Makkah, membawa pulang air Zamzam adalah sebuah tradisi nan nyaris tidak pernah terlewatkan. Selama berabad-abad, sumur nan terletak di area Masjidil Haram ini terus mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan jemaah dari seluruh dunia. Fenomena ini kerap memicu pertanyaan besar: kenapa mata air nan berada di tengah wilayah gurun gersang ini tidak pernah habis?
Pemerintah Arab Saudi, melalui lembaga riset resmi SGS (Saudi Geological Survey) dan Pusat Penelitian dan Studi Air Zamzam, telah melakukan beragam kajian ilmiah untuk mengungkap rahasia di kembali keberlanjutan sumur berhistoris ini. Jawabannya rupanya terletak pada karakter kondisi geologis dan sistem hidrologi (siklus air) nan sangat efisien.
Sumur Zamzam mempunyai kedalaman sekitar 30,5 meter. Sumber air utamanya berasal dari lapisan aluvium, ialah endapan pasir dan kerikil hasil pelapukan batuan di atas wadi (lembah kering), serta dari rekahan batuan induk di bawahnya.
Mata air ini terus terisi ulang berkah curah hujan nan turun di sekitar wilayah pegunungan Makkah. Air hujan nan jatuh di lembah-lembah sekitar bakal terserap ke dalam tanah dan mengalir melalui jaringan bawah tanah menuju pusat sumur. Proses pengisian kembali (recharge) nan terjadi secara konvensional dan alami ini menjaga volume air tetap stabil sepanjang tahun.
Faktor kedua nan tidak kalah krusial adalah pengelolaan teknologi modern oleh Pemerintah Arab Saudi. Otoritas setempat memantau debit air secara ketat menggunakan sistem digital 24 jam penuh. Melalui Proyek Air Zamzam Raja Abdullah bin Abdulaziz, proses pemompaan disesuaikan secara bergerak berasas kebutuhan jemaah.
Ketika kuota jemaah melonjak tajam pada musim haji, tingkat penarikan air bakal diatur sedemikian rupa agar tidak melampaui kapabilitas keahlian alami sumur untuk mengisi ulang dirinya sendiri. Mekanisme kontrol ini menjaga tekanan hidrostatik di dalam sumur tetap seimbang, sehingga mencegah akibat kekeringan jangka panjang.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·