Jakarta -
Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian nilai BBM non subsidi mengikuti izin nan berlaku. Ia mengatakan, kebijakan ini adalah bagian dari penerapan tata kelola daya nan bermaksud untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan daya bagi masyarakat.
"Penyesuaian nilai Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses pertimbangan sesuai formula nilai nan ditetapkan pemerintah," ujar Roberth, diktuip dari detikOto, Rabu (10/6).
Menjawab penasaran masyarakat, Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menjelaskan kenaikan nilai Pertamax tidak lepas dari gejolak kondisi geopolitik global. Suasana tegang di timur tengah membikin nilai minyak bumi bergerak sangat fluktuatif. Apalagi, dalam perkembangan terbaru, Iran kembali menutup jalur pelayaran Selat Hormuz untuk siapapun tanpa kecuali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ini tentu mau tidak mau berpengaruh terhadap nilai BBM di tanah air. Terutama untuk BBM nonsubsidi, seperti Pertamax salah satunya, dan BBM nonsubsidi ini, penyesuaian harganya mengikuti sistem pasar, sesuai formula nan telah ditetapkan pemerintah," ujar Anggi, dikutip dari detikFinance, Kamis (11/6/2026).
Diketahui, sebagian masyarakat terbelalak mengetahui info kenaikan bensin jenis Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter alias naik nyaris Rp. 4000 dari nilai sebelumnya. Oleh mereka, kenaikan nan diumumkan oleh sejumlah media pada Rabu (10/6) awal hari itu dinilai mendadak.
Soal kenaikan ini, Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia (YLKAI) menyebut ada tiga potensi akibat nan bakal muncul di tengah masyarakat. Pertama, konsumen BBM nonsubsidi jenis Pertamax bakal bergeser ke Pertalite. Kedua, munculnya penurunan daya beli masyarakat khususnya penduduk kelas menengah nan dinilai paling terdampak terhadap kebijakan ini.
Ketiga, masyarakat mengalami kerugian akibat pengumuman tiba-tiba. Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo, dalam perihal ini mengatakan jika masyarakat memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap kenaikan Pertamax. Ia menyangka jika kenaikan nilai dilakukan dadakan bakal menyulitkan.
"Sebagai produk nan digunakan secara luas dan berakibat terhadap pengeluaran rumah tangga, perubahan nilai semestinya disampaikan secara lebih transparan dan memberikan waktu nan cukup bagi konsumen untuk menyesuaikan keputusan ekonominya," kata Rio dikutip dari detikFinance, Rabu (10/6).
Lalu sejauh mana kenaikan Pertamax bakal menimbulkan riak di masyarakat? Simak ulasannya berbareng Ekonom sekaligus Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun.
detikSore bakal menuju Bali untuk mengulas terungkapnya kasus penyekapan seorang laki-laki oleh dua orang wanita dengan modus lowongan kerja. Merangkum detikBali, korban berjulukan Krisno, asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku dijebak sindikat lowongan kerja palsu, disekap, disiksa, hingga diperas Rp 100 juta. Krisno sukses kabur dengan terluka dan bergelimang darah.
Usai melarikan diri, Krisno melaporkan kasus tersebut ke Polresta Denpasar nan kemudian ditangani oleh Polsek Kuta. Bagaimana kelanjutan kasus ini? Simak laporan langsung Jurnalis detikBali selengkapnya.
Jelang petang nanti, detikSore bakal menghadirkan Elisabeth Tita, pendiri golongan seni Waktunya Main. Lewat beragam pementasan dan aktivitas nan dirancangnya, Tita mengusung satu pendapat sederhana namun mendalam: pentingnya bermain. Tak hanya bagi anak-anak, bermain juga menjadi kebutuhan orang dewasa untuk kembali terhubung dengan diri mereka sendiri.
Terinspirasi dari kehidupan sehari-hari, Tita meracik beragam pagelaran nan membujuk orang-orang terhubung kembali dengan diri mereka di masa kecil. Lalu, gimana Tita menerjemahkan pengalaman dan semangat masa kanak-kanak ke dalam pagelaran nan dapat dinikmati audiens lintas usia? Temui Tita dalam Sunsetalk.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari nan disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat nan tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·