Menelusuri Jejak Teror Pocong yang Bikin Geger Warga Tangerang

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Dugaan teror 'pocong' nan terjadi di Poris Jaya, Batu Ceper, Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Kemunculan teror ‘pocong’ di sejumlah wilayah Tangerang bikin resah warga. Teror 'pocong' itu dikhawatirkan bukan sekadar prank, melainkan modus untuk melakukan tindakan kriminal.

Informasi nan beredar menyebut bahwa ‘pocong’ itu telah ditangkap penduduk di Rajeg, Kabupaten Tangerang. Untuk memastikan berita tersebut, kumparan menelusuri langsung ke lokasi.

Namun di tengah perjalanan, tepatnya di wilayah Sukaharja, kumparan mendapat info dari Kapolsek Rajeg AKP Yono Taryono, berasas hasil pengecekan berbareng Unit Reskrim, Intel, hingga para kepala desa, tidak ada 'pocong' di wilayah tersebut.

“Dari hasil penyelidikan Unit Reskrim dan Intel dan pengecekan ke beberapa para kades, tidak ditemukan dan tidak ada laporan dari penduduk mengenai teror pocong di wilayah Rajeg," kata Yono.

Informasi serupa juga disampaikan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada. Mereka kemudian mengirimkan tautan video nan menyebut bahwa ‘pocong’ nan sempat viral itu justru berada di Cipete, Pinang, Kota Tangerang.

kumparan lalu bergerak ke arah Polsek Pinang pada pukul 09.43 WIB dan tiba sekitar pukul 10.37 WIB. Kapolsek Pinang Iptu Aditya Wijanarko nan ditemui memastikan bahwa rumor ‘pocong’ tersebut juga tidak ada di wilayahnya.

Suasana sekitar Polsek Pinang, Kabupaten Tangerang, Kamis (21/5). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Di waktu nan bersamaan, Yono menghubungi Aditya untuk mengonfirmasi video nan beredar. Jawabannya sama: nihil. Polisi mengaku sudah memeriksa sejumlah letak dan meminta keterangan penduduk sekitar.

Pencarian belum berhenti. kumparan kembali berbincang lewat telepon dengan Yono. Dalam percakapan itu, dia menyebut satu wilayah lain nan juga ramai dikaitkan dengan teror ‘pocong’, ialah Desa Kosambi, Mauk.

Kami lampau menghubungi Kapolsek Mauk AKP Nyoman Nariana. Ia membenarkan adanya laporan penduduk mengenai dugaan ‘pocong’ pada Minggu (17/5). Warga cemas sosok itu merupakan pocong jadi-jadian nan dapat membahayakan masyarakat.

Namun setelah polisi berbareng penduduk melakukan pencarian ke lokasi, hasilnya kembali nihil.

Berbekal info nan simpang siur, kami terus bergerak mencari jejak ‘pocong’ tersebut. Tiga penduduk ditemui kumparan di wilayah Pinang, menyebut berita teror 'pocong' itu sempat muncul di Jalan Haji Rimpang.

Suasana Jalan Haji Rimpang, Kota Tangerang nan diduga terdapat teror 'pocong'. Foto: Ryan Iqbal/kumparan

kumparan lalu menuju area tersebut. Jalan nan dimaksud rupanya merupakan area kompleks perumahan nan tidak terlalu ramai, tetapi juga tidak sepi. Saat menyusuri area itu, kami berjumpa seorang wanita nan menyebut letak lain: Gang Asem.

Ia mengaku mengetahui info itu dari temannya dan memperlihatkan tangkapan layar story WA nan menampilkan sosok ‘pocong’. Berbekal petunjuk tersebut, kumparan kembali bergerak.

Wilayah Gang Asem, Jalan Haji Rimpang, Kota Tangerang nan diduga terdapat teror ‘pocong’. Dok. Ryan Iqbal/kumparan

Di Gang Asem, sejumlah penduduk nan ditemui, termasuk ibu-ibu hingga penduduk nan sedang ronda di pos kamling mengaku hanya mengetahui berita tersebut dari media sosial.

Namun info lain disampaikan anak-anak nan berkumpul di tak jauh dari lokasi. Mereka dengan percaya menyebut ‘pocong’ itu berada di kompleks dekat permukiman mereka.

Sesampainya di kompleks tersebut, satpam mengaku tidak mengetahui apa pun soal teror ‘pocong’. kumparan lampau berjumpa sekelompok pemuda nan sedang membikin konten.

Dugaan teror 'pocong' nan terjadi di Poris Jaya, Batu Ceper, Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Mereka memastikan rumor itu bukan terjadi di sana, melainkan di wilayah Poris Jaya, Batuceper. Informasi itu, kata mereka, diperoleh dari rekan mereka nan tinggal di area tersebut.

Mereka lampau menunjukkan sejumlah foto dugaan teror ‘pocong’ nan beredar di grup warga. Salah satu foto memperlihatkan sosok ‘pocong’ nan disebut sudah ditangkap warga.

Ketua RT 2 Poris Jaya, Batuceper, Saepul, nan ditemui kumparan di letak mengatakan tidak ada 'pocong' nan berkeliaran di wilayahnya. Dia menduga foto dan video nan beredar merupakan editan.

“Jadi jika menurut info nan saya terima sebetulnya itu enggak ada juga. Saya kan nyaris tiap malam lah begadang, semalam saya masuk aja sampai pukul separuh 4 (pagi). Ternyata bohong, nggak pernah ada,” kata Saepul.

“Makanya saya juga kaget jika ada buletin di grup nih. Ada gambar pocong lagi berdiri di depan warung. Saya pikir ini buletin hoaks alias AI,” tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan