Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkap 12.500 pembimbing penerima danasiwa D4 dan S1 dari pemerintah bakal menyelesaikan pendidikan tahun ini. Mu'ti berambisi Presiden Prabowo Subianto menghadiri aktivitas wisuda tersebut.
"Kemudian untuk pembimbing juga kami sampaikan bahwa tahun 2025 kami mengalokasikan danasiwa untuk 12.500 pembimbing nan belum D4 alias S1 dengan danasiwa 3 juta per semester. Program ini sudah melangkah dengan sistem RPL (rekognisi pembelajaran lampau), sudah masuk semester kedua dan Insyaallah sebagian bakal bisa diwisuda pada tahun ini," kata Mu'ti kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
"Kami rencanakan jika kelak sudah selesai semua nan 12.500, kami harapkan nanti, kami minta tadi kepada Bapak Presiden untuk dapat mewisuda 12.500 pembimbing nan mendapatkan danasiwa S1 dengan sistem RPL," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun ini, pemerintah kembali membuka danasiwa di jenjang nan sama dengan kuota 150.000 guru. Proses pendaftaran tetap berlangsung.
"Nah, tahun ini kami mengalokasikan danasiwa untuk pembimbing nan belum D4 alias S1 sebanyak 150.000 pembimbing dengan nominal danasiwa sama dengan nan tahun 2025, Rp 3 juta per semester. Dan sekarang tetap proses pendaftaran lantaran kami tetap terus menunggu para pembimbing untuk dapat mengikuti program ini," ujarnya.
Mu'ti menekankan kembali komitmen Prabowo menyejahterakan guru. Selain pendidikan, pemerintah juga meningkatkan tunjangan untuk pembimbing honorer menjadi Rp 2 juta, sementara pembimbing ASN sebesar penghasilan pokok.
"Kemudian untuk kesejahteraan guru, kami mau tegaskan sekali lagi bahwa sesuai komitmen Bapak Presiden, tunjangan pembimbing sekali lagi sudah dinaikkan dari nan pembimbing non-ASN tunjangannya dinaikkan dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan kemudian pembimbing ASN tunjangannya sebesar penghasilan pokok," ujarnya.
Tunjangan itu bakal ditransfer langsung ke rekening setiap bulannya. Hal ini merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo memotong birokrasi agar manfaatnya bisa dirasakan langsung.
"Yang berbeda juga sebagai terobosan adalah tunjangan dan penghasilan itu ditransfer langsung ke rekening pembimbing setiap bulan. Nah, ini nan membedakan dengan kebijakan sebelumnya dan ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk gimana proses birokrasi nan tidak birokratis dan agar pembimbing dapat mendapatkan faedah langsung dari transfer tunjangan nan ke rekening pembimbing setiap bulan," ujarnya.
(eva/rfs)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·