Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan pengalaman membiayai sekolah anak-anak saat tinggal di Singapura. Tito mengaku biaya menyekolahkan anak di negara tersebut justru lebih murah dibandingkan di Jakarta.
Tito mengatakan biaya nan dikeluarkan untuk pendidikan anaknya saat itu lebih rendah daripada ketika mereka berguru di Jakarta.
"Ini saya tidak membanggakan Singapura, tapi pengalaman aja. Saya merasa kok lebih murah kok di Singapura nyekolahin anak dibanding dengan di Jakarta, jujur aja," kata Tito dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I 2026, Senin (3/8).
Ia menceritakan pengalamannya menyekolahkan anak di salah satu sekolah unggulan di Jakarta. Menurut Tito, beban biaya nan kudu disiapkan lebih besar dibandingkan saat anak-anaknya berguru di Singapura pada 2008.
"Saya hitung satu anak Rp 1,6 juta. Tiga anak Rp 4,8 juta. Saya kudu ngasih makan mereka duit jajan Rp 50 ribu per hari. Jadi tiga anak Rp 150 ribu. Karena jauh dari rumah dan saya enggak bisa ngantar," ujarnya.
Selain biaya sekolah, Tito mengatakan dirinya juga kudu membeli kendaraan, bayar sopir, dan menanggung biaya bahan bakar.
"Karena saya juga butuh kendaraan, saya kudu beli kendaraan buat anak saya tiga. Setelah itu perlu sopir, bayar sopir. Perlu bensin. Jadi hitungannya Rp 4,8 juta ditambah sopir, ditambah beli mobil, tambah bensin, tinggi," sambungnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·