Mendagri Tito: Penambahan Honorer Jadi Beban dan Bom Waktu di Daerah

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah wilayah (Pemda) untuk tidak lagi merekrut tenaga honorer baru lantaran bisa membebani shopping pegawai dan menjadi peledak waktu bagi wilayah itu sendiri.

"Honorer sudah dimoratorium, ini minta betul untuk seluruh kepala daerah, kudu tegas tidak ada tenaga honorer baru," kata Tito pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, mengutip Antara, Senin (8/6).

"Dengan segala hormat pada forum nan baik ini, untuk rekan-rekan kepala wilayah tolong jangan ada lagi dulu penambahan honorer lantaran bakal menjadi beban, beban biaya shopping pegawai dan jadi beban kepala wilayah berikutnya, peledak waktu," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tito, tenaga honorer di bagian administratif condong tidak kompeten. Selain juga menyinggung rekrutmen nan tidak sesuai dengan ketentuan.

"Kalau untuk nan tenaga administrasi, seringkali tidak kompeten, tidak mempunyai kapabilitas. Mungkin bawaan dari pejabat-pejabat sebelumnya, kepala daerah, tim sukses dimasukkan di sana, datang jam 08.00 pulang jam 10.00, jadi beban," ucapnya.

Tito menambahkan tenaga honorer nan terus bertambah dan menumpuk hingga akhirnya menuntut kepastian status untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maupun pegawai negeri sipil (PNS).

Kendati demikian, Tito menegaskan tenaga kerja nan sudah direkrut jangan diberhentikan lantaran pemerintah tidak mau menimbulkan keresahan di kalangan pegawai.

(tim/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional