Jakarta -
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian membujuk pemerintah wilayah (Pemda) berbareng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan perkotaan nan bersih dan tertata, sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto.
"Beliau (Presiden) mau agar kita, semua program, pusat dan daerah, untuk membikin kota menjadi bersih. Artinya pengurangan sampah, baik dari hulu, semenjak di rumah tangga, maupun di hilir," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
Hal itu diungkap Tito dalam aktivitas Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Kalimantan di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (3/9) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito mengatakan persoalan sampah perlu ditangani secara menyeluruh, mulai dari sumber hingga pengelolaannya di hilir. Salah satu upaya nan dapat dilakukan adalah mengolah sampah menjadi energi.
Selain itu, presiden mendorong penanganan sampah melalui konsep 3R, ialah reduce, reuse, dan recycle. Upaya tersebut juga dapat diperkuat melalui aktivitas korve alias kerja hormat secara gotong royong nan selama ini telah dilakukan oleh sejumlah instansi.
Tito menilai pemda mempunyai kewenangan sekaligus peran strategis untuk memastikan aktivitas tersebut memberikan akibat nyata. Menurutnya, keterlibatan seluruh jejeran pemerintah wilayah secara rutin dapat menjadi kekuatan krusial dalam menciptakan lingkungan nan lebih bersih.
"Kalau semua kepala daerah, seluruh gubernur-gubernur, bupati, wali kota semua membikin kebijakan nan sama, BUMN semua membikin kebijakan nan sama, bersihlah sebagian," ujarnya.
Tak hanya persoalan sampah, dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap kerapian tata kota, termasuk penataan media promosi di ruang publik. Presiden, lanjutnya, meminta pemasangan spanduk dan iklan dilakukan secara lebih tertib dengan tetap memperhatikan estetika.
Menurutnya, penataan tersebut dapat merujuk pada praktik di negara-negara maju, antara lain dengan memanfaatkan videotron sebagai media promosi sehingga tata ruang kota tetap terlihat rapi dan indah.
Perhatian terhadap kebersihan dan lingkungan tersebut turut tercermin dalam arena Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II nan memasukkan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Ia berambisi kategori tersebut dapat mendorong Pemda terus memperkuat kualitas pengelolaan sampah sekaligus menciptakan lingkungan nan lebih baik.
"Tadi saya barusan obrolan dengan Ibu Wini (Kepala BPS) ... beliau meminta dimasukkan satu lagi (kategori penilaian) ialah masalah pertumbuhan ekonomi. Karena pertumbuhan ekonomi wilayah juga perlu dan semua pemerintah wilayah mengerti langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Biar kelak sama-sama belajar," tandasnya.
(prf/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·