Mendagri Tinjau Bedah Rumah Bukit Duri, Ajak Pemda Dukung Percepatan

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, meninjau penyelenggaraan Program Bedah Rumah di Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut dilakukan berbareng Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.

Pada kesempatan tersebut, Tito mengatakan program bedah rumah merupakan salah satu corak perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas kediaman masyarakat. Ia menyebut, secara nasional sejak 2025 pemerintah telah merenovasi 400 ribu rumah di seluruh Indonesia.

"Bapak Prabowo itu sudah membikin program nan 400 ribu rumah dibedah, seluruh Indonesia. Itu luar biasa. Belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tito, Jakarta tetap mempunyai sejumlah area dengan rumah nan memerlukan perbaikan. Kondisi itu, kata dia, sudah mendapat perhatian dari Menteri PKP melalui ekspansi program bedah rumah di ibu kota.

Dirinya pun menyampaikan apresiasi atas langkah tersebut lantaran selama ini program serupa jarang melangkah di Jakarta. Ia menilai program nan digagas Menteri PKP kali ini menjangkau lebih banyak rumah dibanding sebelumnya.

"Dan selama ini nyaris nggak ada program bedah rumah. Ada pun sedikit sekali. Nah itu sekarang Pak Maruarar Sirait ini membikin program bedah rumah nan cukup banyak," tambah Tito saat berbincang dengan masyarakat.

Dia juga menekankan pentingnya support pemerintah wilayah (pemda) agar program tersebut dapat melangkah sigap dan tepat sasaran. Ia meminta persoalan manajemen tidak menjadi halangan bagi masyarakat nan telah memenuhi persyaratan.

Menurutnya, penyederhanaan persyaratan nan dilakukan Kementerian PKP perlu diikuti dengan support jejeran pemda. Dukungan itu terutama dibutuhkan dalam proses pendataan dan verifikasi masyarakat penerima manfaat.

"Pak Menteri Perumahan Pak Maruarar Sirait sudah membikin kemudahan-kemudahan untuk persyaratan. Ya dulu kudu ada sertifikat segala macam, sekarang nggak. Nggak, cukup [surat] keterangan saja dari lurahnya cukup," jelas Tito.

Dirinya meminta pemda memastikan masyarakat nan telah terdata dan memenuhi persyaratan dapat segera ditindaklanjuti. Ia juga membujuk masyarakat untuk mendukung proses pembangunan di lingkungan masing-masing agar penyelenggaraan program melangkah lancar.

Tito berambisi program bedah rumah dapat memberikan faedah nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Ia menyebut dampaknya bakal terasa besar andaikan perbaikan kediaman dilakukan secara menyeluruh dalam satu kawasan, seperti di Kelurahan Bukit Duri.

"Bayangin ini satu kampung ini, satu wilayah ini, 800 rumah diperbaikin semua. Hebat nggak? Top nggak?" ujarnya, nan disambut antusias oleh penduduk Kelurahan Bukit Duri.

Usai berbincang dengan masyarakat, Tito meninjau langsung salah satu rumah penduduk nan menerima support bedah rumah. Ia turut menyempatkan diri berbincang dengan penerima faedah program tersebut.

Sebagai info aktivitas tersebut juga dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo. Turut datang pula Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryanti, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Suprayitno, serta sejumlah pejabat mengenai lainnya.

(rir)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional