Banda Aceh, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut kondisi Aceh pascabencana nan melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lampau secara umum telah kembali normal.
Meski demikian, dia menegaskan pemulihan nan terjadi saat ini tetap berkarakter fungsional dan belum sepenuhnya permanen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebanyakan sudah kembali normal tapi belum permanen, normalnya normal fungsional," kata Tito usai rapat koordinasi dan pertimbangan capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6).
Normal fungsional nan dimaksud Tito adalah adanya pergerakan orang dan peralatan telah kembali lancar, pasokan listrik tersedia, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) beraksi normal, jaringan internet berfungsi, serta kebutuhan logistik masyarakat tercukupi.
Meski demikian, Tito mengakui tetap terdapat sejumlah akomodasi publik nan belum pulih sepenuhnya. Beberapa sekolah misalnya tetap menggunakan tenda alias gedung darurat sebagai tempat belajar sementara.
Sebagian lainnya tetap menumpang di sekolah lain lantaran akomodasi utama belum dapat digunakan. Begitu juga jembatan nan jadi arus mobilitas penduduk tetap belum rampung sepenuhnya.
"Sebagian besar memang sudah kembali ke sekolah asal, tetapi ada nan tetap menggunakan akomodasi darurat lantaran proses pemulihan belum selesai," ujarnya.
Menurut Tito, tantangan berikutnya adalah menyelesaikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi beragam prasarana nan rusak.
Sejumlah sektor nan tetap memerlukan perhatian antara lain perumahan warga, akomodasi pendidikan, rumah ibadah, jalan, jembatan, hingga lahan pertanian dan tambak milik masyarakat.
"Terlepas dari kita sudah bisa mengembalikan kehidupan masyarakat kepada kegunaan nan normal, tetap banyak persoalan nan kudu diselesaikan. Masalah perumahan, pendidikan, madrasah, jalan, jembatan, sawah, tambak dan lain-lain perlu diperbaiki dan direhabilitasi," kata Tito.
Pemerintah, lanjut Tito, bakal terus mengawal proses pemulihan agar kondisi masyarakat tidak hanya kembali normal secara fungsional, tetapi juga pulih secara permanen melalui pembangunan kembali prasarana dan akomodasi nan terdampak bencana.
Ke depan pihaknya bakal memantau setiap dua minggu sekali mengenai progres program rehab rekon nan dijalankan oleh pemerintah nan terdampak bencana.
"Kita monitor terus setiap dua minggu nantinya," katanya.
(fra/dra/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·