Jakarta -
Menteri Dalam Negari (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan pemerintah wilayah (pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera menyalurkan support gempa dari Presiden Prabowo Subianto. Tito meminta biaya support gempa itu tak dieman-eman untuk disalurkan ke warga.
Awalnya, Tito menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan kepada Prabowo mengenai biaya support gempa NTT. Prabowo memberikan miliaran rupiah kepada pemda di NTT.
"Presiden, ini perlu lantaran mereka ini banyak nan ada di pengungsian segala macam. Semua mintanya kepada pemerintah daerah, camat, desa," kata Tito di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian Pak Presiden menyampaikan, ada usulan saya sampaikan, kira-kira Rp 5-10 miliar untuk per kabupaten, 8 di Flores, provinsinya 10-20. Langsung beliau menjawab, 'Double saya berikan'," tambahya.
Untuk Provinsi NTT diberikan biaya support sebesar Rp 40 miliar, sementara 8 kabupaten di Flores Rp 20 miliar. Total biaya nan disalurkan ke wilayah di NTT Rp 200 miliar.
"Nah, kami kan melakukan pengecekan, pendampingan, agar anggaran itu, namanya untuk bencana, segera gunakan untuk membantu masyarakat nan ada di tenda, nan di pelosok-pelosok desa, ya," ujar Tito.
Menurut Tito, sudah ada kepala wilayah nan mengalokasikan dan sudah merealisasikan biaya bantuan, terutama pemprov. Namun, ada juga wilayah nan belum merealisasikan biaya support tersebut.
"Maka tadi saya berikan apresiasi kepada Gubernur, Pak Melki, ya, nan sudah merealisasikan 43% dari nan diberikan oleh Bapak Presiden. Tapi, ada juga nan tetap hanya 1% lebih Sikka, ada nan hanya 7%. Padahal kami sudah 2 tim untuk mendampingi dari Itjen," ucapnya.
Tito menjelaskan, biaya support itu dapat segara direalisasikan dalam kondisi darurat dan caranya mudah. Penunjukkan juga dapat dilakukan dengan pengawasan dari APIP.
"Tapi, ada juga wilayah yang... artinya ya eman-eman jika bahasa saya. Sudah diberikan anggaran untuk membantu masyarakat, tapi realisasinya tetap lambat," imbuhnya.
(rfs/fas)
36 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·