Mendag Ungkap Risiko Harga Telur di Bawah HET

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Kamis, 08 Oktober 2026 |19:00 WIB

Mendag Ungkap Risiko Harga Telur di Bawah HET

Mendag (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengungkapkan adanya akibat jika telur dijual dengan nilai terlalu rendah. Menurutnya, kondisi tersebut dapat membikin peternak tidak bisa menutup biaya produksi hingga menghentikan usahanya.

Dia menilai, jika banyak peternak berakhir berproduksi, pasokan telur di pasar dapat berkurang, nan pada akhirnya justru berpotensi menyebabkan kelangkaan dan mendorong nilai telur menjadi lebih mahal.

"Jangan sampai nilai terlalu rendah kelak peternak tutup. Kalau peternak tutup ya telur enggak ada, justru telur langka dan telur menjadi mahal," ujarnya saat ditemui di aktivitas opening Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026, Kamis (8/10/2026).

Lebih jauh Busan menyatakan bahwa sekarang ini nilai rata-rata nasional telur berada di level Rp26.800 per kilogram. Ia menyebut nilai tersebut tetap di bawah nilai referensi nan telah ditetapkan pemerintah.

"Telur sekarang hari ini itu nilai rata-rata nasionalnya Rp26.800. Harga acuannya kan Rp30.000," katanya.

Dia mengatakan pemerintah telah menetapkan nilai referensi telur dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan peternak dan konsumen.

Menurutnya, nilai tersebut dihitung berasas sejumlah komponen, mulai dari biaya produksi hingga pengedaran dan keterjangkauan masyarakat.

"Jadi kita sudah hitung kenapa harganya Rp30.000 nilai acuannya. Kita sudah hitung berapa biaya distribusi, berapa biaya produksi, kemudian berapa nilai nan bisa terjangkau oleh masyarakat," jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑