Mendag Mau Cari Solusi Mahalnya Biaya Logistik

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membuka ruang untuk berbincang dengan asosiasi logistik untuk mencari solusi atas tingginya biaya logistik di Indonesia, khususnya pengedaran antarpulau nan dinilai mempengaruhi daya saing nilai produk dalam negeri.

Hal itu disampaikan Budi merespons keluhan dari Gabungan Penyuplai Hotel dan Restoran Indonesia (GPHRI), nan menyoroti tingginya nilai pokok produksi (HPP), akibat biaya logistik nan mahal di negara kepulauan seperti Indonesia.

“Memang itu problem kita lantaran salah satunya kita negara kepulauan. Jadi memang tidak mudah,” ujar Budi dalam gelaran Ngobrol Produk UMKM Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Menurut Mendag, tekanan biaya logistik saat ini juga dipengaruhi kondisi global. Dia mengatakan, kenaikan nilai bahan baku impor dan biaya pengiriman terjadi seiring krisis dunia dan kenaikan nilai minyak dunia.

“Sekarang biaya logistik semakin mahal. Kita impor bahan baku, selain bahan bakunya sendiri juga naik. Karena aspek krisis global, aspek minyak, logistiknya juga naik. Tapi itu PR kita,” kata dia.

Ilustrasi Jasa Logistik. Foto: Gumbariya/Shuttertock

Budi menegaskan, pemerintah terbuka menerima masukan dari pelaku upaya dan asosiasi mengenai hambatan teknis di lapangan. Dia pun berencana memanggil asosiasi logistik untuk berbincang lebih lanjut di instansi Kementerian Perdagangan.

“Dari asosiasi logistik bakal ketemu, kita mungkin cari solusinya seperti apa. Mungkin teman-teman di lapangan mengalami kendala, kelak kita obrolan bareng-bareng. Kita terbuka lantaran kita juga pengen cari solusinya seperti apa,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua GPHRI Vera Umbara mewakili Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengeluhkan tingginya HPP akibat biaya logistik nan mahal di negara kepulauan seperti Indonesia.

“Kita punya HPP kan selalu kalah gitu ya. Karena kita kan negara kepulauan. Kalau biaya logistik kita mahal. Ada solusi apa ya agar maksudnya mungkin kita punya nilai bisa lebih bersaing. Mungkin ada saran dan masukan apa,” kata Vera.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan