Mendag: Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Industri Ritel Modernamp;nbsp;

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso memastikan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak bakal mengganggu industri ritel modern. Sebaliknya, menurutnya, koperasi desa justru membuka ruang kerjasama dengan pelaku ritel dan distributor.

Mendag menegaskan bahwa tujuan utama koperasi desa adalah memberdayakan ekonomi masyarakat di tingkat desa dengan mendekatkan jalur pengedaran kepada konsumen.

"Jadi Koperasi Desa nan sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya mau lebih dekat distribusinya kepada para konsumen nan ada di desa. Nah ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kerjasama dengan minimarket, dengan pemasok untuk menyalurkan produknya melalui Koperasi Desa," jelasnya dalam konvensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat pada Kamis (26/2/2026).

Dia mencontohkan praktik kemitraan antara ritel modern dan toko kelontong nan selama ini sudah berjalan.

Menurutnya, banyak toko kelontong nan mendapatkan pasokan peralatan dari ritel modern maupun pemasok besar.

"Koperasi desa ini, praktek kerjasama alias kemitraan ini kan juga pernah dan sering dilakukan, sampai sekarang tetap bertindak dengan toko kelontong. Toko kelontong itu kan banyak disuplai dari ritel modern, dari para distributor," ujarnya.

Mendag menyebut, KDMP mempunyai sejumlah keunggulan. Selain dapat berfaedah layaknya minimarket dengan ragam produk nan lebih banyak, koperasi desa juga dapat menyediakan kebutuhan lain seperti perangkat pertanian, pupuk, hingga obat-obatan. Tak hanya itu, KDMP juga berpotensi berfaedah sebagai apotek, klinik, apalagi menjadi eksportir untuk produk-produk unggulan desa.

"Kita jika ngomongin KDMP cakupannya lebih luas, tetapi tadi mengenai dengan ritel, ritel alias pemasok ini bisa mensuplai produk-produknya melalui KDMP," imbuhnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com