Mendag Buka Suara soal 10 Eksportir Sawit Manipulasi Harga

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons kasus manipulasi ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil alias CPO) nan melibatkan 10 perusahaan. Menurutnya kasus ini lebih mengarah pada pengawasan.

"Kalau itu kan lebih ke border-nya. Kalau kita kan pengaturan ekspor, itu kan mengenai dengan kebijakan-kebijakan," kata Busan saat ditemui usai RDP dengan Komisi VI DPR, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Busan menjelaskan Kementerian nan dipimpinnya lebih bekerja pada membikin kebijakan ekspor seperti komoditas-komoditas apa saja nan boleh dijual ke luar negeri, syarat apa saja nan diperlukan, dan ketentuan teknis lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara mengenai penyelenggaraan dan pengawasan sepenuhnya di luar kewenangan Kemendag. Termasuk penentuan nilai alias nilai komoditas ekspor nan selama ini banyak dimanipulasi alias under invoicing.

"Sifatnya kebijakan ini boleh diimpor alias tidak, gimana sistem impornya, gimana sistem ekspornya dan sebagainya. Kita lebih ke pengaturannya," jelasnya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membocorkan 10 eksportir CPO nan diduga melakukan manipulasi nilai ekspor. Terduga 'pemain' merupakan perusahaan-perusahaan besar.

"Ada datanya semua, 10 eksportir terbesar," ujar Purbaya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).

Purbaya membocorkan 2 di antara 10 perusahaan eksportir CPO tersebut ada Wilmar Nabati Indonesia dan Musim Mas Group.

"Data itu sudah ada tiga bulan lampau (Tindakannya) Nanti kita lihat apa nan terbaik, tetapi nan jelas kita nggak bakal membikin perusahaan itu tutup. Dia kudu bayar tanggungjawab sesuai dengan kelak pemeriksaan," imbuh Purbaya.

(hns/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance