Mencoba Wuling Eksion PHEV Jakarta-Yogyakarta, Konsumsi BBM 24 Km/liter

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wuling Eksion PHEV. Foto: Wuling

Sejauh mana keahlian Wuling Eksion PHEV untuk perjalanan lintas provinsi? Untuk menjawabnya, tim kumparanOTO membawa SUV plug-in hybrid tujuh penumpang ini dari Jakarta menuju Kulon Progo, Yogyakarta, melalui kombinasi jalur perkotaan, jalan tol, hingga rute perbukitan.

Perjalanan dimulai dari area Ampera, Jakarta Selatan, dengan kondisi lampau lintas padat unik ibu kota. Unit nan digunakan merupakan jenis EX sebagai jenis tertinggi, diisi empat orang penumpang, sementara baris ketiga dan ruang bagasi terisi peralatan bawaan untuk perjalanan jarak jauh.

Pada awal perjalanan, parameter kendaraan menunjukkan tangki bahan bakar penuh dengan perkiraan jarak tempuh hingga 1.000 kilometer. Sementara baterai listrik memperlihatkan keahlian berkendara sejauh 118 kilometer, sehingga total jarak tempuh kombinasi nan tertera mencapai 1.118 kilometer.

Wuling Eksion PHEV. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Ketika keluar dari kepadatan kota dan mulai memasuki jalan tol, mode EV Max dipilih untuk memaksimalkan penggunaan tenaga listrik. Dalam mode ini, kendaraan melangkah sepenuhnya menggunakan daya dari baterai tanpa intervensi mesin bensin.

Seiring perjalanan bersambung dan kapabilitas baterai mulai berkurang, sistem kemudian beranjak secara otomatis ke mode hybrid. Dalam kondisi ini, perpindahan sumber tenaga berjalan cukup halus. Dari dalam kabin, perubahan kerja antara motor listrik dan mesin bensin nyaris tidak terasa selama mobil digunakan dalam kecepatan jelajah.

Pada beberapa kesempatan saat memerlukan percepatan tambahan untuk menyalip kendaraan lain di jalan tol, mesin bensin bakal aktif secara otomatis untuk memberikan tambahan tenaga. Sistem bekerja tanpa memerlukan intervensi unik dari pengemudi, sehingga mode hybrid terasa praktis digunakan untuk perjalanan jauh.

Wuling Eksion PHEV. Foto: Wuling

Dari sisi kenyamanan, kabin menjadi salah satu aspek nan cukup menonjol selama pengujian. Penumpang di baris kedua tetap mendapatkan ruang kaki dan ruang kepala nan lega, apalagi untuk postur tubuh sekitar 174 sentimeter.

Selain itu, tingkat kesenyapan kabin juga tergolong baik untuk sebuah SUV keluarga. Saat melaju di jalan tol, bunyi dari luar kabin tetap cukup teredam sehingga perjalanan terasa lebih nyaman, baik bagi pengemudi maupun penumpang.

Soal performa, mesin bensin 1.500 cc nan digunakan memang tidak dibekali turbocharger. Namun dalam penggunaan harian maupun perjalanan luar kota, tenaganya tetap terasa memadai ketika dibutuhkan.

Wuling Eksion PHEV. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Hal tersebut terasa ketika mobil dipacu di jalan tol dengan lampau lintas nan lebih lengang. Saat mode Sport diaktifkan, respons pedal gas menjadi lebih garang dan percepatan terasa lebih spontan dibanding mode berkendara normal.

Ketika dibutuhkan untuk menyalip kendaraan lain, dorongan tenaga tetap terasa cukup meyakinkan hingga mobil dengan mudah melaju di atas kecepatan 100 km/jam.

Memasuki etape kedua perjalanan dari Purwokerto menuju Wonosobo hingga Kulon Progo, karakter jalan berubah cukup drastis. Jalur perbukitan dengan kombinasi tikungan, tanjakan, dan turunan menjadi medan pengetesan berikutnya.

Kondisi jalan nan bergelombang dan berlubang turut menjadi tantangan bagi sistem suspensi. Pada beberapa ruas jalan nan permukaannya kurang rata, guncangan memang tetap terasa masuk ke dalam kabin. Namun secara umum kendaraan tetap terasa stabil dan tidak menunjukkan indikasi limbung nan berlebih.

Wuling Eksion PHEV. Foto: Wuling

Pengujian di jalur ini juga memperlihatkan keahlian sistem penggerak dalam menghadapi tanjakan. Bahkan ketika menggunakan mode ECO, kendaraan tetap bisa melaju tanpa hambatan berfaedah di beragam kontur jalan nan ditemui sepanjang rute.

Secara keseluruhan, perjalanan dari Jakarta hingga Kulon Progo mencatatkan jarak tempuh 627,3 kilometer. Setelah perjalanan selesai, parameter kendaraan tetap menunjukkan sisa perkiraan jarak tempuh sekitar 534 kilometer dengan persediaan baterai sekitar 29 kilometer.

Dengan sisa perkiraan jarak tempuh nan tetap cukup besar di akhir perjalanan, sistem plug-in hybrid nan digunakan Wuling Eksion menunjukkan potensi efisiensi nan menarik untuk penggunaan jarak jauh, apalagi ketika kendaraan membawa empat orang penumpang dan peralatan bawaan.

Wuling Eksion PHEV. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Berdasarkan catatan selama pengujian, rata-rata konsumsi bahan bakar berada di kisaran 24 kilometer per liter. Angka tersebut tergolong impresif mengingat berat kendaraan, jumlah penumpang, serta ragam kondisi jalan nan dilalui mulai dari kemacetan perkotaan, jalan tol, hingga rute perbukitan.

Hasil pengetesan Wuling Eksion Jakarta-Yogyakarta. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Meski demikian, hasil tersebut tidak bisa dijadikan referensi mutlak. Performa efisiensi kendaraan plug-in hybrid sangat dipengaruhi pola penggunaan baterai, kondisi lampau lintas, karakter jalan, beban kendaraan, hingga style berkendara masing-masing pengguna.

Hasil pengetesan Wuling Eksion Jakarta-Yogyakarta. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan