Awal pekan di September saya membuka hari dengan melakoni perjalanan touring singkat, menunggangi Vespa Sprint S 180 nan start dari Jakarta Selatan. Tepatnya dari Motoplex Ampera nan bakal menempuh rute jalan nan relatif ramai menuju tujuan akhir di area Megamendung, Bogor.
Rute diawali lewat Jalan TB Simatupang dan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Raya Bogor. Setelah itu, perjalanan bersambung via Sentul sebelum akhirnya tiba di salah satu letak perkemahan di area Megamendung.
Di atas kertas, perubahan terbesar Vespa Sprint terbaru terletak pada mesinnya. Kapasitasnya sekarang meningkat menjadi 174,1 cc, menggantikan mesin 150 cc pada jenis sebelumnya.
Peningkatan tersebut langsung terasa ketika mulai menghadapi lampau lintas Jakarta-Bogor. Bukaan gas terasa responsif untuk kondisi stop-and-go. Akselerasinya cukup instan ketika kudu kembali bergerak setelah berakhir di lampu merah alias mengikuti arus kendaraan nan melambat dan kembali berjalan, seperti di sekitar Pasar Cibinong.
Mesin i-get satu silinder 174,1 cc itu menyemburkan tenaga maksimal 11 kW alias sekitar 15 dk dan torsi puncak 13,7 Nm. Karakter tersebut semakin terasa ketika perjalanan mulai meninggalkan area perkotaan dan memasuki jalur dengan kontur nan lebih menanjak.
Vespa Sprint 180 diajak nanjak effortless
Perjalanan menuju Megamendung tidak hanya menawarkan jalan lurus. Semakin mendekati area Puncak, kontur jalan mulai berubah dan beberapa tanjakan kudu dilewati.
Di kondisi ini, tambahan kapabilitas mesin menjadi salah satu perihal nan paling terasa. Saat gas dibuka untuk mempertahankan laju alias melewati kendaraan di depan, tenaga terasa tetap terisi dan tidak sigap habis.
Karakter mesinnya membikin perjalanan di tanjakan terasa lebih santai, terutama ketika motor tetap membawa momentum dari kecepatan rendah. Tenaga ekstra tersebut menjadi salah satu nilai tambah nan terasa sepanjang perjalanan.
Peningkatan kapabilitas mesin juga tidak membikin karakter bentuk Vespa Sprint berubah menjadi besar dan susah dikendalikan. Dimensi panjang 1.870 mm dan lebar 735 mm tetap membikin bodinya terasa ramping, cukup membantu ketika kudu mencari celah di antara kendaraan saat lampau lintas mulai padat.
Karakter lincah nan selama ini menjadi salah satu identitas Sprint tetap terasa. Bedanya, sekarang ada tenaga lebih besar nan siap digunakan ketika jalan mulai terbuka.
Tetap nyaman saat melibas jalan berjerawat
Perjalanan menuju Bogor juga melewati sejumlah ruas dengan permukaan jalan nan tidak rata. Beberapa kali roda Vespa menghantam lubang dan melewati aspal nan bergelombang.
Dalam kondisi tersebut, suspensinya tetap terasa cukup baik dalam meredam guncangan. Benturan dari permukaan jalan tetap terasa, tetapi tidak sampai mengganggu pengendalian motor.
Sistem pengereman juga memberikan rasa percaya diri selama perjalanan. Karakternya terasa pakem, terutama ketika kudu mengurangi kecepatan secara mendadak alias menyusuri jalur Puncak nan naik-turun. Tarikan tuas rem terasa responsif dengan daya henti nan cukup meyakinkan lantaran sudah dibekali sistem ABS pada roda depan.
Panel instrumen lebih sejuk di mata
Selain mesin, perubahan nan langsung terlihat ketika duduk di atas Sprint 180 adalah panel instrumennya. Versi Sprint 150 sebelumnya menggunakan panel instrumen kombinasi dengan layar digital. Pada Sprint 180, Vespa sekarang membekali layar full color LCD.
Tampilannya menyajikan info nan lebih lengkap, mulai dari jam, parameter bahan bakar, suhu mesin, trip meter, konsumsi bahan bakar, tegangan aki, hingga perkiraan jarak tempuh berasas sisa bahan bakar.
Perubahan ini memang tidak mengubah karakter berkendara secara langsung. Informasi nan lebih komplit membikin kondisi motor lebih mudah dipantau sekaligus memberikan tampilan kokpit nan lebih modern.
Vespa sendiri menawarkan beberapa jenis Sprint 180 di Indonesia, dua di antaranya adalah Sprint 180 dan Sprint S 180 nan menggunakan pedoman mesin serupa.
Perbedaan keduanya berada pada tampilan dan sejumlah perincian kelengkapan. Sprint 180 mempunyai kreasi nan lebih sederhana dengan sejumlah aksen krom serta tersedia dalam warna Red Coraggioso dan White Innocente.
Sementara itu, Sprint S 180 seperti unit nan ditunggangi kumparan membawa karakter lebih garang dan sporty. Varian ini mendapat sejumlah perincian khusus, termasuk kreasi dan material jok nan berbeda serta pilihan warna Black Convinto, Grey Intrepido, Green Tenace, dan Grey Essenziale. Sprint S 180 juga sudah dilengkapi sistem keyless.
Bicara harga, Vespa Sprint 180 dibanderol Rp 58,5 juta on the road (OTR) Jakarta. Sementara itu, Vespa Sprint S 180 dipasarkan dengan nilai Rp 61 juta OTR Jakarta.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·