Jakarta - Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon melangsungkan pertemuan strategis dengan Ketua Association for Saving of Underwater Cultural Heritage (ASUCH), Nikolaus Graf Sandizell. Pertemuan tersebut membahas potensi penelitian dan pencarian buntang kapal Portugis, Flor de la Mar.
Bangkai kapal Flor de la Mar diperkirakan tenggelam di sekitar Selat Malaka menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menerangkan bahwa kapal Flor de la Mar merupakan aset sejarah maritim berbobot tinggi nan membawa muatan berbobot sebelum karam di Selat Malaka.
Guna memastikan letak tenggelamnya kapal Flor de la Mar, Fadli Zon mengungkapkan bahwa pencarian kudu melalui kajian info historis dan penggunaan teknologi pemetaan bawah air nan akurat.
"Kolaborasi ini tidak hanya menjadi tugas dari Kementerian Kebudayaan saja, tapi juga melibatkan banyak lembaga seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk berdiskusi," ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).
Lebih jauh, Fadli Zon menyebut bahwa penemuan buntang kapal Flor de la Mar berpotensi sebagai cikal bakal museum maritim tingkat bumi nan bisa menarik ribuan visitor mancanegara.
"Saat ditampilkan di museum bertema maritim, nantinya kapal Flor de la Mar ini bisa menjadi masterpiece alias daya tarik utama wisatawan. Selain menumbuhkan ekonomi budaya setempat, masterpiece Flor de la Mar ini apalagi juga bisa menjadi objek edukasi sejarah maritim Indonesia," imbuhya.
Terkait pelestarian cagar budaya bawah air, Fadli Zon menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan bakal melakukan koordinasi dengan lembaga dan kementerian terkait. Koordinasi tersebut melibatkan pembuatan kajian ilmiah hingga obrolan peraturan norma tentang cagar budaya bawah air di Indonesia.
Fadli Zon optimis buntang kapal Flor de la Mar nantinya dapat ditemukan, nan mana peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia sekaligus dapat memulihkan kedaulatan negara.
Mengakhiri dialog, Fadli Zon menegaskan komitmen Kemenbud untuk terus melakukan pemeliharaan dan penemuan objek cagar budaya nan tersimpan di sepanjang perairan Indonesia.
"Kami selalu berupaya untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia melalui pemulihan cagar budaya bawah air. Dengan kajian empiris dan memanfaatkan teknologi mutakhir, penemuan objek buntang kapal Flor de la Mar dapat menambah khazanah peninggalan sejarah Nusantara," tutupnya.
Sementara itu, Nikolaus Graf Sandizell menyambut baik kerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dalam pemulihan cagar budaya bawah air dan barang muatan kapal tenggelam (BMKT).
"Kami juga berambisi dapat melakukan pertukaran pengetahuan pengetahuan melalui pelatihan, pengalaman dan pengetahuan arkeologis selama kerja sama ini," ujar Sandizell.
(anl/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·