Menag: Warisan Intelektual Islam di Nusantara Harus Diadaptasikan dengan Sains dan AI

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 14 September 2026 |14:30 WIB

 Warisan Intelektual Islam di Nusantara Harus Diadaptasikan dengan Sains dan AI

Menteri Agama Nasaruddin Umar

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar, menyebut Jawa Tengah mempunyai tradisi intelektual dan keagamaan nan panjang. Sejumlah tokoh keilmuan disebut pernah tumbuh dari wilayah tersebut, diantaranya Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Kalijaga, Syekh Ahmad Mutamakkin, dan Kiai Saleh Darat.

Oleh lantaran itu, kekayaan warisan intelektual Islam di Nusantara kudu segera diadaptasikan dengan kemajuan sains dan kepintaran buatan (artificial intelligence).

“Tradisi tersebut perlu dikembangkan dalam konteks kekinian. Perguruan tinggi dan lingkungan akademik mempunyai ruang krusial untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual nan menjadikan Al-Qur'an sebagai objek kajian nan terus digali," ujar Nasaruddin dalam Seminar Internasional MTQ Nasional di Universitas Negeri Semarang, dikutip Senin (14/9/2026).

Nasaruddin menjelaskan, Al-Qur'an mempunyai susunan dan kandungan nan dapat terus dikaji dari beragam perspektif. Karena itu, dia membujuk peserta seminar untuk memandang Al-Qur'an tidak hanya sebagai teks nan dibaca secara berulang, tetapi juga sebagai sumber kajian nan dapat ditelaah secara lebih mendalam.

Dalam konteks perkembangan teknologi, dia menyinggung kehadiran artificial intelligence (AI) nan semakin berkembang. Menurutnya, kemajuan teknologi membuka kemungkinan bagi manusia untuk memandang beragam kejadian secara lebih mendalam dan memperluas ruang kajian terhadap ayat-ayat Al-Qur'an.

Nasaruddin juga mengaitkan perkembangan kajian tersebut dengan konsep pembimbing nan lebih luas. Dalam tradisi Al-Qur'an, menurutnya, proses belajar tidak hanya berjalan melalui manusia sebagai guru, tetapi juga dapat dilakukan dengan mempelajari alam dan beragam kejadian di dalamnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com