Menag Resmikan Pembangunan Gerbang Moderasi Pertama di Makassar, Simbol Toleransi di Tengah Masyarakat Multietnis

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Menag Resmikan Pembangunan Gerbang Moderasi Pertama di Makassar, Simbol Toleransi di Tengah Masyarakat Multietnis MENTERI Agama RI, Nasaruddin Umar, secara langsung menorehkan tonggak sejarah baru bagi aktivitas moderasi berakidah di Indonesia dengan melakukan peletakan batu pertama Gerbang Moderasi Indonesia di area Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar, Kamis (9/7/(Mi/Lina Herlina)

MENTERI Agama RI, Nasaruddin Umar, secara langsung menorehkan tonggak sejarah baru bagi aktivitas moderasi berakidah di Indonesia dengan melakukan peletakan batu pertama Gerbang Moderasi Indonesia di area Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar, Kamis (9/7).

Bagi Nasaruddin, pembangunan gerbang ini bukan sekadar proyek bentuk semata, melainkan sebuah strategi kebudayaan untuk menanamkan nilai persatuan di ruang paling dekat dengan masyarakat, ialah lingkungan pemukiman, sekaligus menegaskan bahwa toleransi kudu hidup, bukan sekadar wacana.

Makassar sebagai letak percontohan nasional dalam penguatan nilai kerukunan antarumat beragama. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama Gerbang Moderasi Indonesia nan secara unik dipilihnya di area Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok AC Telkom, Kelurahan Barua, Kecamatan Biringkanaya.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa pemilihan letak di tengah pemukiman warga, bukan di area perkantoran alias pusat kota, mempunyai makna filosofis nan mendalam. Ia mau simbol persatuan itu berhadapan langsung dengan keseharian masyarakat.

"Kehadiran monumen kebersamaan seperti ini jangan dilihat dari besar mini tempatnya, tetapi dari dampaknya. Ketika dibangun di tengah permukiman, setiap orang nan melihatnya bakal selalu diingatkan bahwa kita semua adalah satu, tidak ada perbedaan di antara kita," ujar Nasaruddin dengan tegas di hadapan para tokoh kepercayaan dan pejabat setempat.

Menag RI nan dikenal dengan pendekatan tafsir kebangsaan itu juga menyampaikan visi besarnya agar Gerbang Moderasi Indonesia tidak berakhir di Makassar. Ia menginstruksikan secara simbolis agar monumen serupa dapat dibangun di beragam kabupaten dan kota di seluruh Indonesia sebagai pengikat persatuan bangsa.

"Dan saya berambisi monumen ini kelak menjadi kekuatan simbolik, ikonik di Kota Makassar, apalagi ini nan pertama. Kita bakal saksikan di setiap kabupaten ada monumen-monumen seperti ini sebagai simbol pemersatu," harapnya.

Nasaruddin juga mengapresiasi tingginya indeks toleransi Makassar nan sekarang masuk sembilan besar nasional. Baginya, capaian itu menjadi modal sosial nan sempurna untuk menanamkan proyek besar moderasi beragama, dan dia berkomitmen menjadikan Makassar sebagai pintu gerbang utama penyemaian nilai toleransi untuk area Indonesia Timur.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias nan berkawan disapa Appi menyatakan, bahwa peletakan batu pertama ini adalah kehormatan besar sekaligus amanah nan kudu dijaga. Ia memastikan bahwa Pemkot Makassar bakal menjadi garda terdepan dalam merealisasikan visi Menag dengan memperbanyak gerbang serupa di tingkat RT dan RW.

"Pak Menteri telah memberi kepercayaan kepada kami. Ini menjadi tanggung jawab kami setelah pencanangan hari ini. Kami bakal menghadirkan gerbang-gerbang moderasi di beberapa letak sebagai upaya memperkuat nilai keberagaman hingga ke tingkat masyarakat paling kecil," ujar Appi.

Menariknya, Appi juga melaporkan langsung kepada Menag bahwa area BTP nan dipilih adalah bukti nyata dari kehidupan multietnis nan harmonis.

"Di sini ada gerejanya, ada masjidnya, ada puranya. Ini adalah lahan subur untuk aktivitas moderasi nan Bapak Menteri canangkan," tuturnya.

Sebagai corak support prasarana terhadap aktivitas nan digagas Menag, Pemkot Makassar pun berjanji bakal segera membenahi akses jalan menuju letak gerbang tersebut. Appi mengungkapkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum telah turun melakukan survei guna memastikan simbol pemersatu ini berdiri di atas lingkungan nan representatif. 

Turut mendampingi Menag dan Wali Kota dalam momen berhistoris tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid. (LN/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia