Binti Mufarida
, Jurnalis-Sabtu, 21 Maret 2026 |07:10 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar (foto: dok ist)
JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar membujuk umat Islam menjadikan Hari Raya Lebaran 1447 Hijriah, sebagai momentum untuk memperkuat empati dan kepedulian sosial.
Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan karakter nan lebih peka terhadap sesama.
“Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di kembali rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka nan kekurangan,” ujar Menag dalam pesan Lebaran 1 Syawal 1447 H di Jakarta, Jumat (20/3/2026).
Menag menjelaskan, kemandang takbir nan bergema menandai berakhirnya Ramadan sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual, ialah keahlian menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemenangan sejati bukan sekadar kembali pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” ungkapnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·