Membaca Gestur AHY Soal Pidato Tentang Kekuasaan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat menyinggung soal kekuasaan nan tidak dimiliki satu orang saja. Hal itu dia ungkapkan dalam pidato sambutan pada peringatan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).

Mula-mula, dirinya mengingatkan perjalanan Partai Demokrat nan pernah memenangi pemilu dan berada di luar pemerintahan. Setelah itu, dirinya menyebut jika kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat nan mempunyai pemisah waktu.

"Kita patut belajar, kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berjalan tenteram dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat nan mempunyai pemisah waktu," kata AHY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pihak lampau mengomentari pernyataan AHY tersebut. Dari luar kekuasaan, Andreas Hugo Pareira mengatakan jika dirinya setuju dengan pernyataan putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Soal kekuasaan, Andreas kemudian menyinggung soal prinsip absolutisme.

"Apa nan dijelaskan Pak AHY, ya memang prinsip-prinsip dasar dalam negara kerakyatan seperti itu, bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan di tangan seseorang, jika kekuasaan milik seseorang itu prinsip kekuasaan absolutisme," kata Andreas dikutip dari detikNews, Senin (7/9/2026).

Sementara itu, dari dalam koalisi KIM Plus, Ahmad Doli Kurnia menyebut jika pernyataan AHY itu menggambarkan kesiapannya untuk berkompetisi di pemilu mendatang. Waketum Golkar itu juga setuju tentang substansi pernyataan AHY soal kekuasaan tidak langgeng.

Tidak hanya itu, Doli juga menyinggung soal poros politik nan muncul jelang Pilpres 2029 nanti. Menurutnya, pernyataan AHY membuka potensi adanya poros Cikeas.

"Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, nan mewakili satu 'poros politik' (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi 'poros politik' (Cikeas) ikut memberikan sinyal nan kuat. Padahal kedua poros ini sedang bersama-sama berada 'satu kapal' di dalam pemerintahan," kata Doli, dikutip dari detikNews.

Lalu seperti apa sikap dari partai-partai personil koalisi lainnya? Sejauh mana potensi 'Poros Cikeas' muncul pada Pilpres mendatang? Simak ulasannya berbareng Direktur Trias Politika, Agung Baskoro.

Menuju Sumatera Utara, detikSore bakal mengulas lebih dalam soal berita pemakzulan bupati Tapteng, Masinton Pasaribu. Mengutip detikSumut, Masinton sudah merespons perihal wacana pemakzulan ini. Masinton meminta agar semua pihak menghentikan tarik-menarik politik dan konsentrasi pemulihan-pembangunan Tapteng.

Apa nan terjadi di kembali rumor ini? Bagaimana sikap partai pendukung Masinton di tengah perkembangan wacana tersebut? Simak ulasannya berbareng Jurnalis detikSumut selengkapnya.

Jelang petang kelak detikSore bakal menghadirkan Roosette Rosalin Saba, tennis content creator. Melalui media sosial, dirinya ikut mempopulerkan olahraga tersebut sebagai aktivitas urban nan tengah digandrungi.

Lalu sejauh mana dirinya memandang olahraga sebagai nan erat dengan kehidupan urban? Apa saja trivia-trivia nan membikin olahraga ini tetap digandrungi.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari nan disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat nan tersedia.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News