Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Berdampak pada Keuangan Rumah Sakit

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Berdampak pada Keuangan Rumah Sakit : Sejumlah pasien menjalani tahapan cuci darah (hemodialisis) di unit dialisis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026).(ANTARA/NOVA WAHYUDI)

KETUA Umum Pengurus Pusat ARSSI (Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia) Iing Ichsan Hanafi mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) sangat berdampak.

"Kami di rumah sakit sangat berakibat sekali lantaran harga obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) meningkat," kata Iing saat dihubungi, Selasa (9/6).

Selain itu situasi ekonomi sekarang membikin cashflow rumah sakit tidak baik-baik saja.

"Apalagi disertai cashflow rumah sakit nan tidak baik akibat beberap claim BPJS nan di pending," ujar dia.

Diketahui menurunnya nilai tukar rupiah bisa menyebabkan naiknya nilai obat, utamanya lantaran sebagian besar bahan baku obat di Indonesia tetap impor. 

Pemerintah mencoba mengendalikan potensi kenaikan nilai obat dengan melakukan relaksasi pengadaan nan memberikan elastisitas bagi industri farmasi untuk mencari dan mengalihkan pasokan bahan baku obat ke negara lain nan menawarkan nilai lebih terjangkau. 

Dampak ke dua adalah meningkatnya nilai reagen, cartridge, test strip dan bahan lainnya untuk beragam test pemeriksaan diagnostik. Seperti juga bahan baku obat maka tidak sedikit reagen dan bahan-bahan ini nan tetap diimpor, nan bakal terdampak dengan nilai USD nan sudah tinggi.  (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia