Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, meminta Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, berkontribusi aktif terhadap situasi terkini di Timur Tengah.
Hal itu disampaikan saat Faisal menemui Megawati di kediamannya di area Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/3).
Pertemuan berjalan hangat nyaris dua jam. Megawati didampingi Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP Andi Widjajanto, serta Jubir PDIP Guntur Romli. Sebelum memulai pembicaraan, Megawati menyinggung anggrek putih pemberian Dubes Saudi nan ditempatkan di ruangan.
“Anggrek berwarna putih nan asli, nan lain rekayasa genetika,” kata Megawati sembari tersenyum.
Selain menyampaikan selamat Idul Fitri, Dubes Saudi mengucapkan selamat atas gelar ahli kehormatan nan diterima Megawati dari Princess Nourah University (PNU) di Riyadh pada Februari lalu. Megawati menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut sekaligus pengalaman umrah berbareng keluarga.
“Saya berterima kasih lantaran proses umrah nan saya jalani kemarin melangkah dengan baik,” kata Megawati kepada Dubes Saudi.
Ahmad Basarah menjelaskan, Megawati sempat mengawasi pembangunan di Masjidil Haram dan membaca rencana peningkatan kuota haji hingga 6 juta pada 2030. Ia mengusulkan penanaman pohon di kota suci, termasuk “pohon Soekarno”.
“Dubes Saudi sangat ceria dengan usulan Ibu Megawati dan menjelaskan bahwa Arab Saudi memang mempunyai program penanaman 10 miliar pohon. Karena itu beliau dengan tangan terbuka bakal menyambut tawaran Ibu Megawati,” kata Basarah.
Megawati menyatakan kesiapan bekerja-sama melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan menyediakan hasil penelitian jenis pohon nan cocok untuk kondisi alam Arab Saudi serta menyumbang bibit.
Terkait dinamika area Timur Tengah, Basarah menyebut Dubes Saudi meminta Megawati berkedudukan aktif mendorong stabilitas kawasan.
“Menurut Dubes Arab Saudi, Ibu Megawati Soekarnoputri adalah sosok krusial dalam politik lokal dan dunia nan mempunyai perhatian pada rumor lingkungan dan geopolitik, lantaran itu bunyi Ibu Megawati sangat krusial dan berakibat pada bumi Islam dan dunia untuk menjaga stabilitas area dan perdamaian dunia,” urai Basarah.
Basarah menambahkan, Megawati merespons positif permintaan tersebut dan mendukung upaya gencatan senjata nan telah disepakati.
“Ibu Megawati merespons positif mengenai permintaan dari Dubes Saudi, beliau juga mendukung mengenai gencatan senjata nan sudah disepakati selama 2 pekan dan mengikuti aliran geopolitik Bung Karno, Ibu Megawati siap menjadi jembatan bagi siapa pun nan berkonflik untuk mencapai perdamaian sejati. Ibu Megawati menyinggung bahwa beliau juga merupakan special envoy (utusan khusus) nan menjadi jembatan antara Korea Selatan dan Korea Utara,” tandas Basarah.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·