Megawati: Kader yang Takut Sebut Nama Bung Karno, Saya Pecat

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Dalam Rangka Peringatan Peringatan HUT ke-81 RI oleh PDIP, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. PDIP

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan bakal memecat kader nan takut menyebut nama Presiden pertama RI Soekarno alias Bung Karno.

Pernyataan itu disampaikan Megawati saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di laman Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Senin (17/8).

Megawati awalnya berbincang mengenai perjuangan family Bung Karno selama 57 tahun untuk memperjuangkan pencabutan TAP MPRS Nomor 33/MPRS/1967 tentang pencabutan kekuasaan pemerintahan negara dari Presiden Soekarno.

Menurut Megawati, pencabutan TAP tersebut menjadi bukti bahwa kebenaran pada akhirnya bakal menemukan jalannya.

"Peristiwa itu mengajarkan satu perihal kepada saya: bahwa kebenaran mungkin dapat ditunda, tetapi, tetapi, tetapi, kebenaran itu tidak bakal pernah kehilangan jalannya, dan kebenaran itu pasti, pasti, pasti menang!," kata Megawati.

Megawati kemudian mengingatkan kepada para kadernya, agar tak pernah takut menyebut nama Bung Karno. Sebab, Bung Karno adalah bagian dari sejarah bangsa yanag tak terpisahkan.

"Kalau kalian takut untuk mengatakan nama Bung Karno, saya pecat! Ingat, lantaran dia adalah bapak bangsa," tegas dia.

Presiden Indonesia Sukarno (kanan) berbareng Guntur, Megawati, Richard Patterson, Komisaris Departemen Perdagangan Kota New York, dan S. Wirjopranoto , Duta Besar Indonesia untuk PBB, pada tahun 1961. Foto: Hulton/Arsip/Getty Image

Megawati mengatakan sikapnya terhadap Bung Karno tidak semata-mata lantaran dirinya merupakan putri Soekarno.

"Saya berbincang bukan hanya lantaran saya anak Bung Karno. Saya berbincang sebagai penduduk bangsa, saya berbincang sebagai penduduk negara Indonesia," ujarnya.

Menurut Megawati, Bung Karno merupakan bagian dari sejarah Indonesia dan dunia. Karena itu, dia menilai sosok Bung Karno tidak semestinya hanya dipandang sebagai bagian dari family Soekarno.

"Bung Karno bukan hanya milik keluarganya, Bung Karno adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia dan dunia," kata dia.

Megawati kemudian menyinggung keberadaan patung dan nama Bung Karno di sejumlah negara. Dia mengatakan dirinya apalagi bakal menghadiri peresmian patung Bung Karno di Uzbekistan.

"Di mana-mana patung beliau dibuat di luar negeri. Jalan Bung Karno, Jalan Soekarno. Nanti insya Allah bulan depan saya diminta ke Uzbekistan untuk apa? Meresmikan nan namanya patung Bung Karno di sana," ujar Megawati.

Megawati juga meminta generasi berikutnya tidak mewariskan kebencian akibat perbedaan politik. Namun, dia menegaskan masyarakat juga tidak boleh mewariskan ketidakjujuran sejarah.

"Jangan sampai perbedaan politik menghilangkan perikemanusiaan dan kemanusiaan itu sendiri. Jangan sampai kekuasaan mengalahkan bunyi hati nurani," tegas Megawati.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan