Felldy Utama
, Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |06:05 WIB

Megawati Cerita soal Sayyidah Khadijah dan Aisyah saat Bicara Pemberdayaan Perempuan
JAKARTA - Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menyebut dalam Islam, pemberdayaan wanita tidak dapat dilepaskan dari konsep amanah dan keadilan.
Demikian diutarakan Megawati saat menyampaikan pidato akademiknya di Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi, saat menerima gelar ahli kehormatan.
‘’Islam mengajarkan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan kewenangan istimewa. Amanah menuntut pertanggungjawaban. Amanah menuntut keadilan," kata Megawati dikutip, Selasa (10/2/2026).
Ketua Umum DPP PDIP itu menyampaikan Alquran telah mengajarkan tentang prinsip kesetaraan manusia. Megawati mengutip surat An-Nisa ayat 1.
"Allah Ta’ala menyatakan bahwa seluruh manusia diciptakan dari satu jiwa nan sama. Prinsip ini menjadi dasar teologis bahwa wanita dan laki-laki setara dalam martabat kemanusiaan," ujar dia.
Dia juga mengutip surat Al-Hujurat ayat 13 nan menurutnya kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, suku, alias kedudukan sosial, melainkan oleh ketakwaan dan tanggung jawab moral.
"Prinsip-prinsip ini tidak berakhir pada teks. Sejarah Islam menunjukkan praktek nan nyata," tutur Megawati.
Megawati lampau menceritakan peran wanita dalam masa awal Islam. Perempuan berkecimpung di beragam lini mulai dari pengusaha hingga periwayat hadis.
"Kita mengenal Khadijah binti Khuwailid sebagai pengusaha nan mandiri, sekaligus mitra intelektual dan moral Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Kita mengenal Aisyah binti Abu Bakar sebagai periwayat sabda dan rujukan keilmuan nan menjadi sumber pengetahuan umat hingga hari ini," ungkapnya
"Kita mengenal Ummu Salamah nan pemikirannya didengar dalam pengambilan keputusan krusial umat Islam. Kita juga mengenal Nusaibah binti Ka‘ab nan menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menjaga organisasi Muslim pada masa awal Islam," sambung Megawati.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·