MBG Disetop Sementara Selama Libur Sekolah, Negara Hemat Rp 3 Triliun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur sekolah. 

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Saat Periode Hari Libur dalam Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026 nan diteken Kepala BGN Nanik S Deyang pada 17 Juni 2026. 

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN Agustina Arumsari mengatakan penghentian pengedaran MBG selama masa libur dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan ulang tata kelola program sekaligus efisiensi anggaran negara.

"Jadi memang surat info ini dikeluarkan dalam rangka optimasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya, dan standarisasi program MBG pada SPPG," kata Agustina dalam konvensi pers di Kantor BGN, Kamis (18/6/2026).

Penghematan anggaran dari kebijakan tersebut cukup signifikan. Berdasarkan kalkulasi BGN, terdapat 27.820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan telah beroperasi. Dengan dugaan insentif Rp 6 juta per hari selama 18 hari masa libur, efisiensi anggaran nan dapat dicapai diproyeksi lebih dari Rp 3 triliun.

"Kalau kita memandang nomor jumlah SPPG nan telah beraksi 27.820 dikalikan dengan insentif per hari itu selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG itu sebesar Rp 3.004.560.000," kata dia.

Penghentian insentif nan diterima SPPG tercantum dalam SE terbaru, seluruh SPPG nan tidak beraksi selama periode penghentian pengedaran MBG tidak bakal menerima insentif harian. 

"Di dalam SE ini menegaskan bahwa dengan tidak didistribusikannya MBG maka seluruh SPPG nan tidak beraksi tidak bakal mendapat insentif. Nah, itu nan garis bawah nan penting," ucap Agustina. 

Kebijakan ini akan diterapkan bertepatan dengan masa libur sekolah nan telah ditetapkan Kementerian Pendidikan, ialah mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.  

"Nah, untuk kali ini kebijakan nan kami ambil adalah kami betul-betul tidak mendistribusikan MBG dengan maksud tadi untuk standarisasi tata kelola operasional, efisiensi sumber daya," jelas Agustina. 

"Kami BGN mau melakukan tata kelola kembali, penataan kembali sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita