Mau Laut Jadi Tulang Punggung Ketahanan Pangan RI, Ini Strategi KKP

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Upaya pemerintah mengejar swasembada pangan tidak hanya berjuntai pada sektor darat. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengandalkan konsep 'pangan biru' sebagai sumber protein masa depan.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal KKP Andy Artha Donny Oktopura menilai, tantangan pertumbuhan masyarakat dunia bakal mendorong lonjakan kebutuhan pangan, termasuk di Indonesia. Dalam konteks ini, sektor kelautan dinilai mempunyai peran strategis.

"Pangan biru alias pangan akuatik bakal menjadi salah satu sumber pangan, khususnya untuk penyediaan protein, nan mempunyai peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Andi dalam forum Food Summit 2026 CNBC Indonesia dengan tema "Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework" di Jakarta, Senin (27/4/2026).

KKP pun merancang peta jalan ekonomi biru sebagai fondasi kebijakan jangka panjang. Pendekatan ini tidak hanya konsentrasi pada produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem.

Kebijakan pertama nan menjadi prioritas adalah menjaga kesehatan laut melalui ekspansi area konservasi.

"Tujuannya adalah memastikan letak spawning ground, tempat berkembang biak kediaman laut nan mempunyai kegunaan strategis untuk pangan tetap terjaga dan berkelanjutan," jelas Andy.

Langkah ini menjadi krusial lantaran Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Tanpa perlindungan nan kuat, potensi tersebut berisiko mengalami degradasi.

Selain konservasi, KKP juga menargetkan ekspansi area lindung dalam skala besar hingga puluhan juta hektare dalam beberapa tahun ke depan.

Kepala Biro Perencanaan KKP, Andy Artha Donny Oktopura sebagai dalam aktivitas CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Kepala Biro Perencanaan KKP, Andy Artha Donny Oktopura sebagai dalam aktivitas CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

"Kami mempunyai sasaran area konservasi hingga 32 juta hektare pada 2029, dan ke depan mencapai sekitar 97,5 juta hektare," kata Andy.

Di sisi lain, pemerintah juga mengubah pendekatan dalam pemanfaatan sumber daya laut agar lebih terukur dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui kebijakan penangkapan ikan berbasis kuota.

Pendekatan ini diharapkan bisa menjaga stok ikan tetap lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.

"Kita menjaga sumber daya ikan melalui penangkapan ikan terukur berbasis kuota agar produksi tetap berkelanjutan," tegas Andy.

Dengan strategi tersebut, KKP optimistis sektor kelautan bisa menjadi tulang punggung baru dalam ketahanan pangan nasional.

"Ekonomi biru ini adalah langkah strategis untuk menyediakan pangan nan kondusif sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut," sebut Andy.

(fys/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News