Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 06 September 2026 |07:05 WIB

Ilustrasi mata merah setelah berenang. (Foto: dok Magnific)
JAKARTA - Mata merah setelah berenang kerap dianggap sebagai perihal biasa akibat tingginya kadar kaporit di dalam air kolam. Namun, persepsi tersebut rupanya tidak sepenuhnya tepat. Kondisi mata memerah dan perih rupanya timbul akibat reaksi kimia nan dipicu oleh kontaminasi air kencing alias urin di dalam kolam.
Praktisi Bisnis Lingkungan, Bang Sap dalam unggahan video di akun Instagramnya meluruskan pemahaman keliru masyarakat nan kerap menyalahkan kaporit secara langsung saat mengalami iritasi mata seusai berenang.
“Mata merah setelah berenang rupanya ada hubungannya loh dengan kencing di kolam renang. Kebanyakan tahu nggak? Pasti ini lantaran kebanyakan kaporit. Padahal ada senyawa nan terbentuk dari hubungan antara unsur air kolam dan urin," kata Bang Sap, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Senyawa dalam Urin dan Keringat Bereaksi dengan Klorin
Secara umum, klorin alias kaporit memang sengaja ditambahkan ke dalam air kolam untuk menjaga kebersihan dan membunuh mikroorganisme berbahaya. Kendati demikian, kegunaan kaporit dapat berubah ketika bereaksi dengan unsur buangan dari tubuh manusia.
"Klorin memang digunakan untuk membunuh mikroorganisme dan menjaga air kolam agar tetap aman. Tapi, ketika klorin berjumpa kontaminan dari tubuh manusia, ceritanya jadi beda," ucapnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·