Sejumlah massa menggelar unjuk rasa mendukung program makan bergizi cuma-cuma (MBG) di depan Gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (20/6).
Demo ini turut dihadiri bos-bos satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Para pengusaha dapur tersebut turut membaur ke tengah-tengah ribuan orang pengunjuk rasa nan memulai tindakan berkumpul di bulatan masuk double way Universitas Jember (Unej).
Sejak jam 07.00 WIB pagi, massa bergerak long march menuju instansi DPRD Jember nan berjarak sekitar 500 meter dari titik kumpul. Polisi pun turut melakukan pengawalan dalam tindakan unjuk rasa tersebut.
Massa sembari melangkah kaki sembari membentangkan poster-poster bertuliskan support untuk program MBG. Peserta tindakan juga serempak bersuara lantang mengikuti orator nan mengelu-elukan Presiden Prabowo.
Seruan mendukung MBG dan memuji Presiden Prabowo terus menggema hingga massa tindakan memasuki laman DPRD. Mereka menyatakan sikap menentang gelombang unjuk rasa mahasiswa nan menuntut pembubaran Badan Gizi Nasional (BGN).
"Yang melakukan salah, nan korupsi Dadan Cs. Sedangkan, kita nan di bawah justru menjadi korban. Silakan norma nan korupsi, tapi jangan hentikan MBG," teriak salah seorang orator disambut riuh tepuk tangan demonstran.
Achmad Sudiyono, salah seorang pengusaha SPPG naik ke mobil komando mengambil giliran orasi. Dia mengeklaim kebijakan Presiden Prabowo lewat MBG telah berakibat luas.
Menurutnya, untung bukan semata-mata dinikmati pemilik SPPG. Melainkan turut dirasakan orang banyak. Termasuk pegawai SPPG, petani, dan siswa dari kalangan family tidak bisa nan menerima MBG.
"Menciptakan lapangan kerja, menguntungkan petani, sampai membantu anak-anak agar gizinya meningkat. Lanjutkan MBG!!!," seru pengusaha SPPG Bintoro itu.
Korlap aksi, Agus Nur Yasin, menyebut massa nan tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) menilai ada 8 keberhasilan Presiden Prabowo. MBG merupakan capaian nan signifikan.
Hingga sekarang ada 27.820 SPPG nan menampung 1.391.000 tenaga kerja dan menjangkau produksi MBG sebanyak 62.454.064 masyarakat penerima manfaat.
"Kami mendukung Bapak Prabowo untuk terus melanjutkan program MBG dan program strategis lain nan mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Termasuk mendesak kepada Presiden untuk memperbaiki BGN agar bersih dan transparan," kata Agus.
Sementara itu, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, nan menemui pengunjuk rasa menyatakan bersedia mengirimkan aspirasi tersebut ke Presiden Prabowo. DPRD bakal bersurat secara resmi.
"Kita teruskan aspirasi masyarakat ini ke Presiden. Dengan catatan ada perbaikan dan pertimbangan MBG agar menjadi lebih baik," tuturnya.
Wakil Ketua Satgas MBG Jember, Ahmad Khoirozi, menyebut pihaknya segera menyisir seluruh SPPG di Jember nan berjumlah sekitar 207 unit. Dia mau menemukan bukti penyimpangan di tingkat bawah.
"Ada dugaan SPPG fiktif. Maka dari itu kita cari sampai ketemu. Jadi, perbaikan alias pertimbangan program MBG kudu menyeluruh. Bukan hanya BGN, tapi sampai level SPPG," jelas laki-laki nan juga personil DPRD Jember itu.
Massa pengunjuk rasa berteriak-teriak sorai mendengar penjelasan tersebut. Tidak berselang lama mereka membubarkan diri pergi dari instansi DPRD Jember.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·