Masih Ada Blokade, IMO Ungkap Ratusan Kapal Terjebak di Selat Hormuz Akibat Ranjau

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Masih Ada Blokade, IMO Ungkap Ratusan Kapal Terjebak di Selat Hormuz Akibat Ranjau Selat Hormuz(AFP)

PEMBERSIHAN ranjau di Selat Hormuz menjadi langkah awal nan absolut dilakukan agar lampau lintas maritim dapat kembali normal seperti sebelum perang. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, kepada BBC.

Arsenio Dominguez nan memimpin lembaga di bawah naungan PBB tersebut menjelaskan tahapan krusial nan kudu dilewati untuk menyelamatkan aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.

"Begitu perihal itu terlaksana, maka kami bakal mulai bekerja untuk mengevakuasi kapal-kapal dan para pelaut nan telah berada di sana selama sekitar empat bulan," kata Dominguez.

Ia menambahkan bahwa upaya mengembalikan volume lampau lintas ke rata-rata sebelum perang, sekitar 130 kapal per hari, tetap memerlukan kerja keras lanjutan. Hal ini demi memastikan jalur perairan nan vital tersebut betul-betul kondusif untuk dilintasi. Saat ini, dilaporkan ada lebih dari 500 kapal nan tetap terjebak di area Teluk dengan ribuan pelaut di dalamnya.

"Kami telah bekerja sama dengan negara-negara di wilayah tersebut, khususnya Oman dan Iran, serta negara-negara pesisir, demi memastikan tidak ada ancaman nan mengancam," jelas Dominguez.

Selain masalah ranjau, Dominguez juga mengkhawatirkan adanya potensi tabrakan akibat kapal-kapal nan terburu-buru keluar dari Selat Hormuz. Oleh lantaran itu, dia menegaskan perlunya "pendekatan nan terorganisasi" untuk menghindari kejadian tersebut.

Di sisi lain, perkembangan situasi politik sempat memicu simpang siur informasi. Melalui unggahan di platform Truth Social nan menyatakan AS dan Iran telah menyepakati perjanjian untuk mengakhiri perang, Presiden Donald Trump mengaku telah memerintahkan "pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat" di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Namun, pengumuman tersebut kontras dengan peringatan terbaru nan dikeluarkan oleh Komando Pusat Pasukan Angkatan Laut AS (Navcent). Dalam advis nan dirilis untuk para pelaut dan pemilik kapal, Navcent menyatakan bahwa "blokade militer terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlaku."

Menurut pihak Navcent, blokade tersebut bakal terus dipertahankan sembari menunggu penyelenggaraan agenda perjanjian gencatan senjata AS-Iran.

"Tindakan penegakan norma mencakup tembakan pelumpuh dan penghancur terhadap kapal-kapal nan tidak menunjukkan kepatuhan segera terhadap pasukan blokade dan/atau pengarahan pemeriksaan kapal," tulis peringatan resmi dari Navcent tersebut.

Mengenai perbedaan info ini, pihak BBC Verify telah meminta tanggapan resmi kepada Komando Pusat AS (Centcom), Pentagon, serta Gedung Putih. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia