
Masih terdapat lebih dari 1 juta penerima baru bansos PKH dan sekitar 2 juta penerima baru bansos. (Foto: Okezone.com/Kemensos)
JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mencatat tetap terdapat lebih dari 1 juta penerima baru bansos PKH dan sekitar 2 juta penerima baru bansos Sembako hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) nan belum menerima support lantaran sedang proses pembukaan rekening kolektif (burekol), pengedaran kartu, dan persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia.
“Jadi, setiap triwulan ada penerima faedah baru (hasil pemutakhiran DTSEN), sebagian besar belum mempunyai rekening. Maka itu perlu dilakukan buka burekol dan memerlukan waktu 1–2 bulan,” jelasnya, Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Sementara itu, untuk bansos PKH dan Sembako di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat nan terdampak bencana, Kemensos telah menyalurkan Rp1,8 triliun kepada 1,7 juta KPM. “Semua sudah salur dan insya Allah di akhir Februari ini tuntas,” kata Gus Ipul.
Selain bansos reguler, Kemensos juga menyiapkan bansos adaptif untuk penanganan pascabencana, meliputi support logistik dan dapur umum, santunan kematian dan luka, Jadup, dan support pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana.
“Total anggaran nan kita ajukan dan siapkan (untuk bansos adaptif) ada Rp2 triliun lebih. Sementara total anggaran kedaruratan sudah terkirim semua, nyaris Rp100 miliar. Hari ini kami sudah mulai menyalurkan, baik itu untuk isian rumah, support pemulihan sosial ekonomi, maupun Jadup,” jelas Gus Ipul.
Santunan mahir waris telah tersalurkan Rp14,8 miliar bagi 990 jiwa dengan nilai Rp15 juta per jiwa. Bantuan isi kediaman siap salur Rp98,7 miliar bagi 32.900 kepala keluarga, senilai Rp3 juta per keluarga. Sementara support Jadup siap salur Rp25,8 miliar bagi 19.100 jiwa, senilai Rp15 ribu per jiwa.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·