Mardani PKS Respons Golkar dan PDIP: Oposisi dan Koalisi Sama Mulianya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

PDIP dan Golkar saling berbalas pernyataan perihal oposisi dan posisi di dalam pemerintahan. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan dua posisi tersebut sama mulianya.

"Jadi oposisi itu mulia. Sama mulianya dengan berkoalisi. Asal semua untuk kepentingan rakyat," kata Mardani saat dihubungi, Rabu (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, PKS merupakan partai nan sempat menjadi oposisi pemerintah selama 10 tahun, lampau saat ini menjadi bagian dari pemerintah. Mardani lampau mengatakan kedua posisi itu mulia selama memihak rakyat.

"Di koalisi memihak rakyatnya jelas, pembangunan, menyejahterakan, membangun prasarana hingga menghadirkan pendidikan berbobot dan kesehatan terjangkau," ucap dia.

"Jadi oposisi penting, jaga biar pemerintah kerja untuk rakyat. Check and balances dan juga menjadi cerobong bunyi rakyat," lanjut dia.

Anggota Komisi II DPR ini menekankan semua partai politik punya tanggungjawab menjaga rakyat. Dengan begitu, keduanya bisa mulia.

Namun demikian, Mardani mengakui bahwa posisi oposisi lebih menonjol daripada berada di koalisi. "Oposisi lebih terlihat menonjol, lantaran bisa bersuara keras. Tapi di koalisi mesti banyak kerja," imbuhnya.

Saling balas pernyataan ini dimulai setelah Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa partainya tidak terbiasa menjadi oposisi. Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat Musda XI DPD Golkar Sumatera Selatan, Minggu (2/8).

"Kita Golkar memang tidak terbiasa di oposisi. Karena kita betul-betul berkarya dan mengabdi," kata Bahlil.

Pernyataan PDIP

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira lampau merespons pernyataan Bahlil. Andreas mengatakan prinsip berpolitik PDIP bukan untuk mencari enaknya.

"Nggak tahu saya. Itu urusan Golkar. Kalau PDI Perjuangan, berpolitik bukan untuk cari enak," kata Andreas saat dihubungi, Senin (3/8).

Golkar Membalas

Waketum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menjelaskan posisi partainya tak pernah menjadi oposisi lantaran konsisten untuk mendukung pembangunan. Golkar menjawab pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, nan mengatakan politik bukan hanya mencari enaknya.

"Masing-masing partai politik mempunyai ideologi, nilai, doktrin, konsep, dan langkah di dalam menjalankan perannya. Golkar adalah partai politik berideologikan Pancasila, nan mengembangkan paradigma developmentalism, melalui doktrin karya kekaryaan," kata Doli kepada wartawan, Rabu (5/6).

Doli mengatakan Golkar konsisten sebagai partai politik mengusung konsep pembangunan. Ia mengakui Golkar tak pernah mengenal oposisi.

"Jadi, sejak berdiri, mulai dari Sekber, kemudian beralih bentuk menjadi Partai Golkar, hingga sekarang, Golkar konsisten sebagai partai politik nan ber-'genre' pembangunan, nan 'click' alias compatible dengan lingkungan alias ekosistem pemerintahan," ujar Doli.

"Itulah karakter Partai Golkar nan tentu berbeda dengan karakter partai politik lain. Jadi Golkar memang tidak pernah mengenal posisi oposisi. Apalagi Indonesia memang sistem pemerintahannya adalah presidensial, nan juga tidak pernah mengenal oposisi," tambahnya.

(maa/lir)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News